Habib Rizieq menolak jika nantinya pemerintah memberlakukan darurat sipil untuk menghentikan virus corona.

Kali ini, terkait ancaman virus corona, Habib Rizieq Shihab berseberangan dengan pemerintah Jokowi. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu menolak jika nantinya pemerintah memberlakukan darurat sipil menyikapi sebaran virus corona atau covid-19 yang makin meluas.

Habib Rizieq mendesak pemerintah menerapkan kebijakan lockdown.

“Ayo, tolak darurat sipil. Karena dengan darurat sipil, tidak lagi menjadikan wabah corona sebagai ancaman, tetapi justru menjadikan rakyat sebagai ancaman,” kalimat seruan Habib Rizieq, Selasa (31/3).



Ulama bersurban itu juga menyerukan agar penolakan ini dilakukan secara nasional dan meminta seluruh kepala daerah yang wilayahnya menjadi zona merah sebaran corona untuk melakukan lockdown.

“Segeralah lockdown wilayah masing-masing untuk keselamatan jiwa rakyat,” tegas Habib Rizieq.

Habib yang kini berada di Arab Saudi juga menyerukan kepada para dermawan untuk terus membantu rakyat yang kesusahan selama terjadi wabah corona.

“Ajak para hartawan dan dermawan di wilayah masing-masing untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat lemah,” tambah Habib Rizieq.

Imbauan ini dibenarkan oleh Sekretaris Umum FPI Munarman. “Benar, itu adalah imbauan beliau,” kata Munarman singkat.