Kota Batam | batamnews.co.id

SETAHUN ini, sebanyak 20 perusahaan siap berkomitmen menanamkan modalnya menggairahkan peridustrian di Batam. Total investasinya senilai Rp 5,2 triliun.

Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengatakan yang menyatakan komitmen investasi itu tak hanya perusahaan yang mendapat alokasi lahan baru, tetapi ada juga mereka yang mendapat perpanjangan sewa lahan.

Semuanya merupakan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDM). Mereka terdiri dari berbagai sektor, diantaranya sektor industri, pariwisata, jasa dan perumahan.

Sektor pariwisata

“Untuk sektor pariwisata, akan ada destinasi baru, yang berada di sekitar pantai, pembangunannya inipun memakan waktu yang lama 6-10 tahun,” kata Eko di Kantor BP Batam, Selasa (6/11).

Namun Eko tidak dapat menjelaskan secara detail nama dan asal perusahaan, termasuk juga lokasi karena terkait perjanjian dengan masing-masing perusahaan tersebut.

Ia menjabarkan sektor pariwisata dengan investasi sebesar Rp 2,2 triliun

Sektor Industri

Eko menyebutkan ada satu perusahaan yang sudah membangun dengan progres 30 persen yaitu PT Energy Unggul Persada. Dengan total investasi sebesar Rp 1 triliun yang berada di Kawasan Kabil.

“Perusahaan ini bergerak di bidang refinery palm oil, produknya nanti merupakan olahan sabun atau sampo dan sedikit biodiesel,” jelasnya.

Perusahaan ini termasuk grup wilmar yang merupakan kelompok perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia bahkan di dunia.

Selain dua sektor yang disebutkan tersebut, masih ada selain sektor jasa (termasuk hotel dan convention hall) Rp 1,2 triliun dan sektor perumahan Rp 343 miliar.

Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto menambahkan  bahwa sebelum akhirnya 20 perusahaan tersebut menyatakan komitmen dan disertai rencana bisnis disetujui, sudah banyak perusahaan yang datang untuk mempresentasikan rencana bisnisnya, namun masih banyak yang tidak sesuai.

“Banyak sekali, kami tidak merekapnya,” ujar Bambang pada kesempatan yang sama.[]