Ketty merupakan dokter yang sempat turut merawat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali berduka. Tiga dokter dinyatakan meninggal dunia karena terinfeksi virus corona SAR-CoV-2. Salah satunya ialah dr. Ketty Herawati Sultana.

Ketty merupakan dokter yang sempat turut merawat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di RS Medistra, Jakarta Selatan.

Menhub diketahui menderita COVID-19 dan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Budi kemudian dirujuk ke RSUD Gatot Subroto dan hingga kini menjalani perawatan di sana.


Ucapan belasungkawa dari IDI untuk dokter yang meninggal karena menangani pasien corona. Foto: Instagram/@ikatandokterindonesia

Humas IDI, dr. Halik Malik seperti diberitakan kumparan.com, mengucapkan bela sungkawa atas kepulangan rekan sejawatnya itu. Ia mengungkapkan dr. Ketty merupakan dokter umum yang bertugas di RS Medistra.

"Sehari-harinya beliau dokter umum di perawatan RS Medistra itu termasuk ikut merawat Menhub Budi Karya sebelum dirujuk ke RSPAD. Jadi sehari-harinya bekerja di RS Medistra," kata Halik saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4).

Sepengetahuan Halik, dr. Ketty telah menjalani perawatan selama 7 hari. Namun, kondisinya terus menurun hingga kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Halik, dr. Ketty sudah sempat tes swab dan hasilnya ia positif COVID-19.

Selain dokter Ketty, dua dokter lainnya yang diumumkan meninggal dunia oleh IDI ialah dr. Bernedette Albertine anggota IDI cabang Makassar dan dr. Lukman Shebubakar anggota IDI cabang Jakarta Selatan.



Ucapan belasungkawa dari IDI untuk dokter yang meninggal karena menangani pasien corona. Foto: Instagram/@ikatandokterindonesia

Mereka berdua berstatus PDP. Halik menyebut dr. Bernedette belum sempat dilakukan swab. Sementara untuk dr. Lukman, sempat dirawat dua minggu namun belum ada yang menyampaikan status hasil laboratoriumnya.

"Saya rasa kalau di Primer kemudian dirujuk ke RS Persahabatan dengan masa rawat panjang sudah di-swab. Cuma kami belum menerima hasil swab-nya. Jadi sekali lagi untuk konfirmasi tes swab-nya itu datanya di pemerintah dari Dinkes diberikan ke rumah sakit. Jadi tidak semua sejawat bahkan keluarga tahu," kata Halik.

Kabar duka ketiga dokter tersebut menambah jumlah kematian tenaga medis akibat virus corona. Setidaknya IDI mencatat 16 anggotanya meninggal dunia, baik yang berstatus PDP maupun positif COVID-19.