Sebelum terjangkit corona, pendeta tersebut sesumbar sama sekali tidak takut terhadap corona.

Pegiat kemanusiaan Birgaldo Sinaga meminta agar seluruh pihak mengambil pelajaran penting dari sebuah kasus yang terjadi di Amerika Serikat. Ceritanya, seorang pendeta bernama Gerald Glenn, yang mengabdi di Gereja Evangelistic Deliverance Baru di Virginia, AS, dinyatakan meninggal dunia akibat terjangkit virus corona.

Ironisnya, pendeta tersebut sesumbar sama sekali tidak takut terhadap corona. Pendeta Glenn yakin bahwa Tuhan lebih hebat dari virus corona.

“Glenn dinyatakan positif mengidap coronavirus, menurut sebuah video yang diposting oleh putrinya Mar-Gerie Crawley. Meskipun ada peringatan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk menghindari pertemuan massal dan menjaga jarak sosial tetap berkhotbah. Saya sangat percaya bahwa Tuhan lebih besar dari virus yang ditakuti ini, dan mengumumkan bahwa dia tidak takut mati. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua,” tulis Birgaldo di laman Facebooknya, Kamis (16/4/2020). 

Birgaldo kemudian mengajak agar kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran untuk semua pihak. 

Diketahuui, meskipun ada peringatan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk menghindari pertemuan massal dan menjaga jarak sosial, Pendeta Glenn mengatakan dalam khotbah pada 22 Maret, "Saya sangat percaya bahwa Tuhan lebih besar dari virus yang ditakuti ini," dan mengumumkan bahwa dia tidak takut mati.

Itu adalah hari berikutnya bahwa Gubernur Virginia Ralph Northam mengeluarkan perintah eksekutifnya yang melarang semua pertemuan publik dan pribadi yang terdiri dari 10 orang atau lebih.

Pada tanggal 4 April, putri Glenn memposting sebuah video, mengumumkan bahwa ia dan istrinya, Marcietia Glenn, telah dites positif mengidap coronavirus.

Pos gereja yang mengumumkan kematian Gerald Glenn, meminta agar yang lain mengizinkan "Keluarga Pertama untuk berduka dengan caranya sendiri."

"Sementara mereka berduka karena tidak adanya ayah dan ayah rohani mereka yang menyedihkan di dunia, mereka juga memiliki anggota keluarga yang berjuang untuk selamat dari pandemi yang ditakuti ini," tulis posting gereja di Facebook, Selasa (14/4/2020).