Putri Sofia asal Swedia, turun langsung ke lapangan menjadi tenaga medis untuk membantu pasien virus Corona atau Covid-19. Ia resmi bertugas di rumah sakit pada Kamis, 16 April kemarin.

Putri Sofia asal Swedia, turun langsung ke lapangan menjadi tenaga medis untuk membantu pasien virus Corona atau Covid-19. Ia resmi bertugas di rumah sakit pada Kamis, 16 April kemarin.

Menurut Direktur Informasi dari Kerajaan Swedia, Margaretha Thorgen, mengatakan putri ingin berkontribusi secara sukarela untuk ikut membantu saat sumber daya sangat dibutuhkan.

"Dalam krisis yang kita alami, Putri ingin terlibat dan memberikan kontribusi sebagai pekerja sukarela untuk meringankan beban kerja besar para profesional perawatan kesehatan."

Putri berusia 35 tahun itu sempat mengikuti kursus medis selama tiga hari di Sophiahemmet University College di Stockholm, yang memberinya status ketua kehormatan.

Universitas ini melatih sebanyak 80 orang per pekan untuk ikut membantu meringankan beban para dokter dan perawat di Swedia.

Sebuah unggahan foto memperlihatkan Putri Sofia bersama staf lainnya di Rumah Sakit Sophiahemmet, yang terlihat semua berdiri sambil menjaga jarak satu sama lain.

Unggahan dan aksi Putri Sofia disambut positif oleh publik. Banyak yang kagum karena Putri Sofia memberi contoh yang baik sebagai anggota keluarga kerajaan.

"Wow, ia tidak takut melakukan pekerjaan seperti ini. Kerja bagus! Tak banyak keluarga kerajaan di seluruh dunia berani melakukannya," ujar salah satu netizen.

"Semoga Tuhan memberkati Putri Sofia. Ia memberi contoh baik untuk semua orang," ujar lainnya.

Sofia, yang merupakan mantan model, menikah dengan Carl Philip, yang merupakan anak dari Raja Carl Gustaf, pada 2015. Dia memiliki dua anak dengan Phillip yait Pangeran Alexander dan Pangeran Gabriel.

Saat ini, ada sekitar 12 ribu orang terinfeksi virus Corona di Swedia. Sebanyak sekitar 1.200 orang meninggal dunia.

Swedia melaporkan ada 170 kematian akibat virus Corona pada Rabu, yang telah diantisipasi pasca akhir pekan Paskah.

Angka kematian ini merupakan rekor dan membuat total korban meninggal akibat virus Corona sebanyak 1.203 orang.

Namun, pemerintah Swedia masih enggan melakukan lockdown atau menghentikan aktivitas bisnis dan sosial di negaranya.