Video bincang-bincang artis, Luna Maya dan dokter hewan, Indro Cahyono yang membahas tentang Covid-19 dan viral di media sosial dianggap menyepelekan bahaya virus asal Wuhan, China.

Video bincang-bincang artis, Luna Maya dan dokter hewan, Indro Cahyono yang membahas tentang Covid-19 dan viral di media sosial dianggap menyepelekan bahaya virus asal Wuhan, China.

Video berdurasi sekitar 2 menit 35 detik itu diunggah oleh akun fanbase Luna Maya pada 12 April 2020.

Dalam video, Indro mengatakan "Dari sekian banyak korban meninggal karena COVID-1, per 16 April kemarin jumlahnya sudah mencapai 49. Belum pernah ada satu pun yang meninggal hanya karena Covid."

"Jadi belum ada, ya," timpal Luna Maya.

Indro mengatakan korban meninggal biasanya karena ada komplikasi penyakit seperti jantung dan stroke. Ia mengatakan, "jangan menghubungkan Covid-19 ini dengan kematian. Kalau ia sakit, iya (bisa meninggal)."

"Orang yang terinfeksi akan mengalami batuk, flu, dan agak sesak napas selama sepekan, kata Indro. Kemudian pekan berikutnya pasien bisa sembuh setelah antibodi untuk melawan virus diproduksi tubuh."

Indro menegaskan bahwa "Covid ini membuat sakit, tapi tidak seganas atau membunuh seperti yang ada di media."

Luna Maya kembali menimpali. Ia menegaskan bahwa korban meninggal bukan hanya karena Covid-19, tapi karena penyakit penyerta.

"Jadi jangan panik. Jangan lantas bingung takut dan curiga kepada semua orang," katanya.

Sontak video tersebut menuai tanggapan dari warganet. Tanggapan dilontarkan oleh Berlian Idriansyah Idris, dokter spesialis jantung yang kerap menjadi acuan masyarakat selama pandemi virus Corona, lewat akun Twitter pribadinya.

Setidaknya ada 8 jawaban yang direspon oleh dokter yang akrab disapa Bili itu.

"Saya perlu klarifikasi di lini masa Twitter karena menimbulkan polemik, dan banyak warga yg bertanya. Saya jabarkan kekeliruan tersebut satu per satu. Pertama, ucapan 'Sebagian besar yang meninggal, belum pernah ada satupun yang meninggal hanya karena Covid'. Seperti namanya, severe acute respiratory syndrome, virus ini menyebabkan gangguan pernapasan akut berat akibat kerusakan pada paru, yang membuat gagal napas, bahkan kematian."

"Terakhir, Luna menguatkan lagi bahwa yang meninggal adalah karena komplikasi, bukan karena virus corona sendiri, yang diaminkan oleh drh Indro. Atas dasar itu Luna menyimpulkan agar kita jangan panik. Betul kita tak boleh panik, tapi juga tidak boleh abai, dan jangan atas dasar yang salah." cuit Bili.