Seluruh indeks di bursa saham utama Asia pagi ini, Jumat (22.5) tercatat masih terjebak di zona penurunan terbatas.

Seiring dengan berakhirnya sesi perdagangan di bursa Wall Street di zona merah, sentimen suram terlihat akan dengan mudah merambah hingga sesi perdagangan  akhir pekan  ini di Asia, Jumat (22/5). Laporan sebelumnya menyebutkan, dua sentimen penting yang telah mampu menghantarkan tekanan jual di bursa wall Street.

Sentimen suram pertama datang dari data klaim tunjangan pengangguran di AS yang pada akhir pekan lalu dilaporkan kembali bertambah hingga 2,44 juta. Tambahan terasebut sekaligus membuat jumlah klaim tunjangan pengangguran melonjak hingga lebih dari 38 juta selama masa pandemi Coronavirus.

Laporan buruk tersebut kemudian berpadu dengan proses yang terjadi di kalangan Senat AS yang dilaporkan segera meloloskan peraturan untuk mengusir sejumlah perusahaan China yang terdaftar di bursa Wall Street. Laporan lebih jauh menyebutkan, sejumlah perusahaan asal China di Wall Street kemungkinan akan segera ditendang dari bursa saham paling besar di dunia itu dalam beberapa pekan ke depan.

Dua sentimen tersebut dengan jelas memperlihatkan imbas sangat buruk yang bermula dari pandemi wabah Coronavirus, di mana memantik memanasnya kembali trensi Trump-China usai redanya perang dagang beberapa waktu sebelumnya.

Investor di Asia akhirnya sulit lepas dari sikap pesimis dalam menjalani sesi penutupan pekan ini. Dan pesimisme tersebut terlihat mulai jelas pada awal sesi perdatangan pagi ini, di mana indeks Nikkei (Jepang) terkoreksi 0,2%  untuk menyisir posisi 20.510,76, sementara indeks ASX 200 (Australia) melemah 0,1% untuk berada di 5.544,9, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menurun 0,23% untuk menjangkau posisi 1.993,74.