Jika situasi di DKI Jakarta memburuk lantaran terjadi lonjakan kasus COVID-19 setelah ada pelonggaran PSBB, Anies Baswedan lagi-lagi menegaskan, bukan tidak mungkin PSBB masa transisi akan dihentikan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta, selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, pemilik pertokoan dan perkantoran diminta untuk mematuhi protokol dan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Dikatakan Anies Baswedan, pihaknya akan terus melakukan monitoring dan memberikan dua kali kesempatan peringatan bagi pelaku usaha yang melanggar aturan tersebut. 

"Bila ada pertokoan, bila ada perkantoran, bila ada mall yang harus kapasitasnya hanya maksimal 50 persen, bila sampai melanggar diingatkan dua kali. Maka yang ketiga akan ditutup," tegas Gubernur Anies Baswedan di Pendopo Balaikota DKI Jakarta, Jumat (05/06/2020).

Ditegaskannya lagi, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah atas keselamatan warganya. Apalagi saat ini meskipun terjadi pelonggaran, nyatanya pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 masih berlangsung di Jakarta. 

"Ini demi melindungi keselamatan seluruh warga di Jakarta. Saya mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk ikut mengawasi. InsyaAllah masa transisi ini bisa kita lewati dengan sebaik-baiknya," ujar Anies Baswedan.

Jika situasi di DKI Jakarta memburuk lantaran terjadi lonjakan kasus COVID-19 setelah ada pelonggaran PSBB, Anies Baswedan lagi-lagi menegaskan, bukan tidak mungkin PSBB masa transisi akan dihentikan. 

"Kita tidak ingin itu terjadi. Oleh sebab itu, mari kita semua disiplin," pinta Anies Baswedan.