Menteri Syahrul tidak memamerkan kalung Eucalyptus karena ditakutkan masyarakat ikut-ikutan memakai kalung yang belum teruji khasiatnya itu.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan jajarannya memakai kalung Eucalyptus saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Selasa kemarin. 

Kalung eucalyptus yang diklaim antivirus Corona atau COVID-19, yang saat ini tengah dikembangkan Kementerian Pertanian, kembali bikin heboh komplek parlemen, Senayan, Jakarta.

SYL yang menggunakan batik berwarna merah dan tanpa masker terlihat berbeda dalam rapat kali ini gara-gara kalung Eucalyptus yang menggantung di leher. Begitu juga dengan jajaran Kementan di samping Syahrul dan yang duduk di bagian belakang.

Tampilan jajaran Kementan itu mendapat perhatian anggota DPR. Salah satu yang merespons gaya Kementan itu adalah Mindo Sianipar dari Fraksi PDIP.

Mindo meminta Menteri Syahrul tidak memamerkan kalung Eucalyptus karena ditakutkan masyarakat ikut-ikutan memakai kalung yang belum teruji khasiatnya itu.

"Jadi kalau Bapak pakai itu sekarang, itu mohon televisi jangan di-shoot itu. Nanti masyarakat jadi berlomba-lomba memakai itu, karena menterinya pakai itu," kata Mindo.

Ia meminta SYL tidak memakai kalung Eucalyptus itu di publik. Sebaiknya, kata dia, Kementan tidak perlu menyampaikan ke publik mengenai kalung aromaterapi itu.

"Padahal belum tahu kita ini, jadi jangan dulu lah yang begituan itu. Maaf nih teman-teman dari Balitbangtan harus lebih selektif lah menyampaikan itu," katanya.

SYL akhirnya buka suara, dan melontarkan pernyataan menantang balik di depan DPR. Ia meminta agar Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Indi Dharmayanti, memberikan tanggapan khusus menyangkut eucalyptus.

SYL menilai, penjelasan khusus ini diperlukan agar semua pihak memahami proses yang sedang dilakukan Kementan. "Karena ada hal yang sangat bersifat khusus dan mendapatkan tanggapan publik yang ada di forum ini," bebernya.

SYL juga menegaskan, keputusan dan petunjuk dari komisi IV ini akan menjadi pegangan.

"Saya lanjutkan kah atau tidak? Saya berhentikan saja hasil ini atau tidak? Kalau bapak support saya jalan terus, dan seperti apa support-nya kita akan bicarakan," tegas SYL.

SYL menambahkan, tidak akan pernah meninggalkan apa yang menjadi arahan dan petunjuk komisi IV DPR RI. Selama ini hal demikian juga dijalankan dalam memimpin Kementan.

"Sampai hari ini, sampai detik ini. Saya merasa saya kerja atas pengawasan, atas kendali bahkan, dari komisi IV. Minta maaf pak, mungkin itu yang berbeda dari apa yang ada selama ini. Dan itu juga menjadi petunjuk petunjuk saya pada eselon 1 eselon 2 saya bahkan pada jajaran pertanian," katanya.

"Bahwa ada DPR komisi 4 yang selalu bersama-sama kami dan pasti saya tinggalkan dan ini bukan service lips. Oleh karena itu, khusus untuk eucalyptus ini seperti itu. Kalau bapak bilang berhentikan ini, saya berhenti. Namun demikian karena saya merasa ini tupoksi Menteri Pertanian untuk juga membela saya punya jajaran yang juga melakukan fungsi dan peranan," tandas SYL.