Setelah menjadi anggota selama 70 tahun, AS memutuskan keluar dari WHO mengingat ketegangan yang kian memuncak antara negara itu dengan China akibat virus yang memang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut

Presiden Amerika Serikat (AS) menyatakan keluar keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO) tahun 2021 mendatang. Akan tetapi, sebelum keluar, AS wajib melunasi kontribusinya terlebih dahulu sebesar USD 200 juta dolar atau sekitar Rp2,88 triliun. 

Menurut peraturan yang berlaku, meski Donald Trum telah mengumumkan rencana keluar dari WHO sejak bulan lalu, namun dia harus menyampaikan pemberitahuan keluar tersebut ke WHO itu satu tahun sebelum resmi keluar. 

Pengumuman itu disampaikan setelah PBB menerima surat keputusan dari Presiden AS Donald Trump yang menuduh WHO terlalu bergantung pada China selama pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Setelah menjadi anggota selama 70 tahun, AS memutuskan keluar dari WHO mengingat ketegangan yang kian memuncak antara negara itu dengan China akibat virus yang memang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut.

WHO menyangkal tudingan Donald Trump yang telah menyebut WHO mendukung upaya 'disinformasi' China terhadap keberadaan wabah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi menyebut keputusan Donald Trump mengeluarkan AS dari WHO sebagai langkah yang tidak masuk akal. Padahal WHO menjadi garda terdepan yang mengatur koordinasi penanggulangan COVID-19 dunia.

"Dengan jutaan jiwa dalam bahaya, Presiden justru membahayakan upaya komunitas intenasional menanggulangi virus," kata Pelosi, salah satu petinggi Partai Demokrat.

Meski demikian, keputusan Donald Trump dapat dianulir jika ia nantinya kalah oleh rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pemilihan presiden AS pada November 2020 mendatang.