Dalam salah satu poin keputusan Munaslub, Partai Berkarya mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Konflik internal Partai Berkarya tak terbendung. Muchdi Purwoprandjono resmi menjabat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya versi Munaslub, bersama Sekjen terpilih adalah Badaruddin Andi Picunang. 

Menariknya, dalam salah satu poin keputusan Munaslub, Partai Berkarya mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Keputusan ini memunculkan spekulasi partai terbelah karen intervensi agar mendukung Jokowi. Namun, Andi Picunang membantah munaslub digelar karena intervensi rezim Jokowi.

Sebelumnya, di kepengurusan Tommy Soeharto, Muchdi menjabat Waketum, sementara Andi Picunang Ketua DPP.

"Saat Pilpres 2019, walaupun saat itu secara pribadi Pak Muchdi mendukung Pak Jokowi, sebagian dari partai mengalihkan ke Pak Prabowo. Saat itu juga saya sampaikan tidak ada dukungan tertulis dari partai, tidak ada juga ketegasan ke mana kita harus memberikan dukungan pada saat itu," kata Picunang, Minggu (12/7).

"Nah, saat itu kan hanya kegiatan yang dilakukan oleh Pak Priyo selaku Sekjen saat itu dan Ibu Titiek memberi dukungan kepada Pak Prabowo, dan begitu pula beberapa teman dari Berkarya ikut dalam kepengurusan Badan Pemenangan Pak Prabowo," tambahnya.

Jadi, lanjut Picunang, sebenarnya tak ada pengambilan keputusan resmi saat Tommy, Titiek, hingga Priyo melabuhkan dukungan ke Prabowo-Sandi saat Pilpres 2019. Sehingga, pengurus Berkarya mengambil sikap dukungan sesuai kebijakan masing-masing.

"Itu jadi suatu kelemahan Partai Berkarya, sampai saat ini, di mana tidak pernah dilakukan rapat untuk pengambilan keputusan dalam mengambil kebijakan atas nama partai," tegas Picunang.

Lebih lanjut, Picunang menegaskan, keputusan munaslub mencantumkan dukungan ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan aspirasi pengurus daerah Berkarya.

Sebelumnya, dalam keterangan pers Munaslub, Picunang menjelaskan salah satu alasan menggelar Munaslub adalah karena mereka Partai telah mengalami kevakuman sejak rapimnas III tahun 2018 lalu.

"Alasan untuk membuat MUNASLUB jauh hari telah kami bahasakan bahwa telah terjadi kevakuman dan komunikasi yang tersumbat sejak RAPIMNAS III PARTAI BERKARYA tahun 2018, tak ada evaluasi hasil PEMILU 2019 dan tak adanya rapat-rapat dalam pengambilan kebijakan," sebut Picunang dalam keterangannya.

Berikut 6 poin lengkap keputusan Munaslub Berkarya:

Partai Berkarya mengubah nama dan logo kembali menjadi Partai Beringin Karya yang disingkat BERKARYA, sesuai akta pendirian 5 Mei 2016.

Warna dasar bendera dari kuning menjadi putih.

Ketua Umum terpilih Mayjen TNI Purn Muchdi PR dan Sekjen terpilih

Badaruddin Andi Picunang sekaligus Ketua dan Sekretaris Formatur dalam TIM FORMATUR yang terdiri dari 5 (lima) orang yang akan menyusun pengurus DPP Partai Beringin Karya (BERKARYA) periode 2020-2025.

Partai BERKARYA mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden RI Bapak Jokowi dan Wakil Presiden RI Bapak KH Ma’ruf Amin sebagai pasangan dalam PILPRES hasil PEMILU 2019 yang sah.

Partai BERKARYA meminta kepada negara agar Presiden RI kedua Bapak Pembangunan H. Muhammad Soeharto diberi gelar PAHLAWAN NASIONAL yang telah berjasa dengan wacana TRILOGI PEMBANGUNANnya dengan jaminan keamanan, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di segala bidang.

Menganulir beberapa kebijakan pimpinan partai sebelumnya terkait SK Pengurus di semua tingkatan yang cacat hukum dan rekomendasi PILKADA 2020 tanpa prosedural.