Karenanya Achmad Yurianto menekankan pentingnya agar masyarakat selalu mengenakan masker dan bukan hanya mengenakan pelindung wajah (face shield) saja untuk mencegah penularan melalui mikro droplet

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 terus menekankan pentingnya agar masyarakat mengenakan masker untuk mencegah penularan.

Juru Bicara Pemerintah khusus COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, berdasarkan dari informasi yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia atau The World Health Organization (WHO), COVID-19 bisa menular melalui mikro droplet yang bisa berada di udara dalam waktu relatif lama terutama di ruangan dengan sirkulasi udara buruk.

"Dari pemberitaan WHO, diyakini penularan virus dapat terjadi melalui droplet. Yang jadi masalah adalah mikro droplet yang bisa berada di udara yang relatif lama, apalagi di ruangan yang ventilasinya tidak maksimal," kata Achmad Yurianto, Minggu (12/07/2020).

Karenanya Achmad Yurianto menekankan pentingnya agar masyarakat selalu mengenakan masker dan bukan hanya mengenakan pelindung wajah (face shield) saja untuk mencegah penularan melalui mikro droplet.

"Penggunaan masker mutlak harus dilakukan, bukan face shield, lebih baik memang bisa ditambah face shield. Tapi kalau face shield saja tidak memberikan perlindungan yang maksimal," katanya.

Belum lama ini WHO memberi panduan baru terkait penyebaran COVID-19. Hal ini dilakukan untuk menanggapi laporan dari para peneliti awal pekan ini yang menegaskan bahwa COVID-19 menyebar dari udara. Dan WHO pun akhirnya mengakui ada bukti penularan lewat udara, dalam ruang dengan ventilasi yang buruk meski juga menekankan perlu ada riset lebih lanjut.

Dalam panduan transmisi terbarunya, WHO setuju bahwa beberapa laporan yang berkaitan dengan kondisi ramai di dalam ruangan memungkinkan adanya transmisi. Misalnya dalam ruangan di mana latihan paduan suara dilakukan, di restoran atau di kelas kebugaran. Namun, WHO mengatakan lebih banyak penelitian harus dibuat.

"Sangat dibutuhkan untuk menyelidiki kejadian seperti itu dan menilai signifikansi mereka untuk transmisi COVID-19," kata WHO seperti dikutip Reuters.