"Sesungguhnya harta abadi kita adalah apa yang kita sedekahkan."

Bertepatan dengan seremoni milad Himpunan Masyarakat Aceh Singkil-Subulussalam yang ke 40, HMSS meluncurkan program badan usaha produktif berbasis wakaf tunai. Ketua HMSS Jabodetabek M. Hadi Nainggolan menargetkan program wakaf tunai ini dapat mengumpulkan dana sebesar satu miliar rupiah. 

"Saya terharu dengan antusiasme warga HMSS Jabodetabek dalam mensukseskan badan usaha produktif berbasis wakaf tunai ini. Terbukti dengan terkumpulnya dana sebesar 300.400.000 rupiah. Sampai dengan 31 Januari 2019 nanti akan mencapai 1 miliar (rupiah), sesuai dengan target," ujar Hadi dalam keterangan tertulis yang diterima Bizlaw.id.

Hadi juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian HMSS kepada masyarakat. Melalui wakaf tunai ini diharapkan HMSS dapat memberikan kebermanfaatannya kepada masyarakat sejak berdiri pada 1978.

"Wakaf itu mengekalkan harta yang kita miliki saat ini dan pahala akan terus dirasakan walaupun kita sudah meninggal dunia, karena kebermanfaatannya akan terus dirasakan oleh banyak orang," kata Hadi yang merupakan penerima award dengan kategori Pengusaha Muda Inspirasi.

Senada dengan Hadi, Ketua Dewan Pembina HMSS Jabodetabek Amiruddin Usman  memotivasi para peserta milad.

"Sesungguhnya harta abadi kita adalah apa yang kita sedekahkan. Ketika manusia dihidupkan kembali, salah satu hal yang diinginkan adalah ia ingin berwakaf," tuturnya.

Ketua umum terlantik Syuhaimi juga mengajak anggota HMSS untuk mensukseskan program usaha produktif berbasis wakaf tunai.

"Aceh Singkil-Subulussalam adalah milik kita, maka ayo kita bersama-sama sukseskan program usaha produktif berbasis wakaf tunai ini demi kemajuan HMSS kita bersama," kata Syuhaimi.