Bekto yang juga mantan Kapolda Sulut ini berjanji akan memproses laporan polisi yang tidak ditanggapi aparat di Polres Bolmong atau Polda Sulut.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) siap menindaklanjuti setiap laporan polisi yang belum diproses secara tuntas oleh aparat.

Demikian dikemukakan Sekretaris Kompolnas Irjen (Purn) Bekto Suprapto menanggapi macetnya laporan polisi terkait dugaan adanya penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Ungkap saja fakta-fakta yang ada disertai dengan foto-foto kegiatan tambang ilegal di Bolmong dan melaporkan secara resmi ke Polres Bolmong atau Polda Sulawesi Utara,” ujar Bekto saat dimintai komentarnya terkait PETI di kawasan PT Bulawan Daya Lestari (BDL), yang izin pertambangannya sudah habis sejak 10 Maret 2019 lalu.

Bekto yang juga mantan Kapolda Sulut ini berjanji akan memproses laporan polisi yang tidak ditanggapi aparat di Polres Bolmong atau Polda Sulut. Bekto kemudian mempersilakan pihak pelapor untuk secepatnya membuat laporan ke Kompolnas.

“Apabila laporan tidak ditanggapi, pelapor dapat melaporkan langsung kepada Kompolnas dengan disertai bukti berupa surat tanda penerimaan laporan ke Polres atau Polda yang tidak ditanggapi,” tegas Bekto.

Sebelumnya, salah satu direktur BDL, Donny Sumolang didampingi Pasuruan Nainggolan telah mendatangi Polda Sulut, Senin (13/7/2020). Mereka meminta Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa agar menutup operasi pertambangan BDL yang diduga melakukan usaha pertambangan emas secara ilegal.

Sumolang didampingi Nainggolan mengatakan, pertambangan emas di BDL hingga kini masih terus berjalan, ditandai dengan kehadiran sejumlah alat berat ekskavator dan mobil dum truk yang lalu lalang untuk memuat material.

“Kami telah bertemu dengan pihak Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Kombes Pol Michael Irwan Thamsil SIK dan telah menyampaikan laporan tersebut, dilengkapi dengan dokumen pendukung, dan pihak Dirkrimsus akan segera menindaklanjuti informasi itu,” ujar Sumolang.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa melalui Kombes Pol Michael Irwan Thamsil SIK, Dirkrimsus Polda Sulut kepada sejumlah wartawan membenarkan laporan tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti laporan dugaan PETI di BDL tersebut.

Masih adanya kegiatan PETI di kawasan BDL sebelumnya terlihat dengan jelas melalui sebuah video yang sudah beredar luas di media sosial. Video dengan durasi lebih dari 1 menit ini diunggah oleh akun Alex Subrata di media sosial Twitter pada Minggu (12/7/2020). 

Video yang berjudul “VIRALLL...Ada Tambang Emas Liar di Bolmong Sulut” ini direkam pada Sabtu (11/7/2020), pukul 16.45 WITA.

Dalam video, terlihat dengan jelas adanya aktivitas pengerukan tanah menggunakan alat berat. Tanah yang dikeruk kemudian dimuat dalam sebuah truk.

Video yang juga dilengkapi dengan koordinat lokasi 0°42’26.31”N 124°12’42.858”E ini bila dicek menggunakan Google Maps diketahui berada di Kecamatan Lolayan, Bolmong, Sulut.

Berdasarkan citra satelit Google, di lokasi sesuai koordinat tersebut memang terlihat dengan jelas adanya pengerukan tanah yang cukup luas.