KTT ini rencananya dihadiri 19 negara G20 dan Uni Eropa, 7 negara undangan serta 10 wakil organisasi internasional.

Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini bertolak ke Buenos Aires, Argentina, untuk menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi G20 yang berlangsumg pada 20 November - 1 Desember 2018.

G20 adalah forum kerjasama 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. G20 secara kolektif mewakili 85 persen GDP dunia, 75 persen perdagangan global dan 2/3 penduduk dunia.
 
Dalam pertemuan KTT G20 2018 ini, Pemerintah Indonesia berkepentingan memastikan komitmen pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang dan inklusif.  Selain itu juga mendorong komitmen atas sistem perdagangan internasional yang adil dan transparan serta tidak diskriminatif.

“Salah satu yang dibicarakan adalah bagaimana meredam kemungkinan perang dagang antara China dan Amerika Serikat, dan bagaimana meredam adanya gejala-jala ekonomi dunia ini bisa menurun, bisa resesi,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan di kantornya, Selasa sore, 27 November 2018.

"Karena pasti keterlibatan ekonomi ini karena yang namanya globalisasi kalau ada yang kena, pasti akan melebar ini masalah lebih mendalam masalahnya dan itu sangat berbahaya apa bila tidak diredam," tambah JK.

Wapres JK juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Argentina, Arab Saudi, Turki, Brazil, dan Australia. JK juga diagendakan bertemu warga Indonesia di Buenos Aires.

Pertemuan G20 kali ini diharapkan menghasilkan 2 dokumen utama yaitu Learder Communique dan Buenos Aires Action Plan.

Sejumlah menteri turut mendampingi Jusuf Kalla ke Argentina seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah terlebih dahulu berangkat.

Aktivitas Wapres akan dimulai pada Jumat (30/11) pagi dengan menghadiri Leaders’s Retreat di Costa Salguero Centre.

Pertemuan G20 membahas berbagai isu global, di antaranya ekonomi dan keuangan global, infrastruktur, investasi, energi, pembangunan, perdagangan, ketenagakerjaan, perubahan iklim, digitalisasi dan antikorupsi, kesehatan, kemitraan dengan Afrika, kesetaraan gender, pengungsi dan terorisme.

Adapun tema pertemuan G20 kali ini ialah "Building Consensus for Fair and Sustainable Development ” dengan 3 prioritas, antara lain The future of work: unleashing people’s potential: upaya meningkatkan inklusifitas dan mengurangi kesenjangan melalui pemanfaatan teknologi, investasi pendidikan dan pelatihan, kebijakan fiskal dan reformasi struktural.

Kemudian Infrastructure for development : mobilizing private resources to reduce infrastructure deficits . Selanjutnya mengatasi global infrastructure gap melalui mobilisasi investasi swasta dan A sustainable food future: improving soils and increasing productivity .

KTT ini rencananya dihadiri 19 negara G20 dan Uni Eropa, 7 negara undangan serta 10 wakil organisasi internasional. Rangkaian KTT akan terdiri dari Leaders Retreat , sesi diskus atau intervensi pertemuan G20 (3 sesi), dan Leaders Dinner. Sesi pertama mengenai Putting People First (topik diskusi: ekonomi global, future of work , pemberdayaan wanita).

Sesi kedua tentang Building Consensus (topik diskusi: perdagangan internasional, sistem keuangan dan perpajakan internasional; Sesi 2b tentang pembangunan berkelanjutan, dan climate sustainability. Kemudian sesi ketiga tentang Embracing the Opportunities (topik diskusi: infrastruktur, transisi energi, sustainable food future).

Pertemuan G20 kali ini diharapkan menghasilkan 2 dokumen utama yaitu Learder Communique dan Buenos Aires Action Plan.

Dokumen-dokumen pendukung lainnya yang akan disampaikan pada Sabtu (1/12), antara lain mengenai Isu Ekonomi digital: G20 Menu of Policy Options for the Future of Work; G20 Digital Repository; G20 Policy Guide on Digitalization and Informality ; Isu Infrastruktur: G20 Roadmap to Infrastructure as an Asset Class; G20 principles for Project Preparation; Isu Pembangunan berkelanjutan: G20 Initiatiative for Early Childhood Development ; dan Anti korupsi: G20 Principles on Preventing Corruption and Ensuring Integrity in State-Owned Enterprises; dan G20 Principles on Preventing and Managing Conflict of Interest in the Public Sector. []