Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi (22/7/2020), menguat tajam dipicu. Dipantik stimulus ekonomi Uni Eropa.

Pada pukul 09.27 WIB, rupiah menguat 118 poin atau 0,8% menjadi Rp14.623 per US$ dari sebelumnya Rp14.741 per US$. Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, mata uang Garuda mendapatkan sentimen positif dari kesepakatan stimulus UE senilai 750 miliar euro. "Stimulus ini mengangkat harga aset-aset berisiko termasuk rupiah. Kesepakatan ini dinilai bisa membantu pemulihan ekonomi," ujar Ariston.

Stimulus tersebut, lanjut Ariston, juga memberikan likuiditas di pasar keuangan yang mendorong para pelaku pasar berinvestasi di aset berisiko yang menawarkan imbal hasil (yield) lebih tinggi.

Sementara itu, terkait kemajuan penelitian vaksin COVID-19 dinilai mungkin sudah tidak menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar pada hari ini.

Ariston memperkirakan, rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.550 per US$ hingga Rp14.750 per US$.  Sehari sebelumnya, (Selasa, 21/7/2020), rupiah ditutup menguat 44 poin. Atau setara 0,3% menjadi Rp14.741 per US$ dari sebelumnya Rp14.785 per US$.