Tak pelak, kemunculan si tawon di Negeri Paman Sam jadi pembicaraan banyak pihak. Bahkan netizen ada yang menghubungkannya sebagai ulah negara tertentu, dalam hal ini China, walaupun sama sekali tak ada buktinya

Pejabat Pertanian Amerika Serikat menangkap tawon pembunuh di Whatcom County, negara bagian Washington. Diketahui, tawon tersebut berasal dari Asia dan saat ini masyarakat berpacu dengan waktu untuk memberantasnya.

Tawon berbahaya itu tertangkap dalam jebakan botol di pertengahan Juli dan dipastikan merupakan spesies tawon raksasa Asia. Sebelum tertangkap, baru ada lima laporan dari orang yang mengaku melihat tawon tersebut di Washington.

"Ini menggembirakan karena artinya, kami tahu bahwa jebakannya berhasil. Tapi hal itu juga berarti kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan," cetus Sven Spichiger dari Departemen Pertanian AS yang dikutip dari Daily Mail.

Pihaknya harus memburu seluruh tawon pembunuh itu hanya dalam waktu dua bulan sebelum musim berkembang biak. Jika tidak dicegah, populasi hewan dengan nama ilmiah Vespa Mandarinia ini bakal merebak di pertengahan Desember.

"Menghancurkan sarangnya sebelum ratu baru muncul akan mencegah penyebaran spesies yang invasif ini," sebut Departemen Pertanian.

Eksistensi tawon seukuran sekitar 5 cm ini di AS baru diketahui akhir tahun silam. Bahayanya adalah, mereka hobi membantai kawanan lebah yang penting dalam ekosistem dan selain itu, sengatannya dapat sangat menyakitkan bagi manusia bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Tak pelak, kemunculan si tawon di Negeri Paman Sam jadi pembicaraan banyak pihak. Bahkan netizen ada yang menghubungkannya sebagai ulah negara tertentu, dalam hal ini China, walaupun sama sekali tak ada buktinya.

"Sengatannya termasuk terburuk di dunia dan bisa membunuh orang. Timing dari semua ini sangatlah misterius, dengan mempertimbangkan fakta bahwa hubungan kita dengan China sedang memanas saat ini," tulis seorang netizen di kolom komentar Daily Mail.

"Hadiah lain dari China untuk merusak kita. Pertama-tama meluncurkan virus buatan manusia dan sekarang memberikan serangga pembunuh," sebut komentar berikutnya yang kesal dengan kedatangan tawon pembunuh itu.
 

detikinet