Individu dengan lemak yang menumpuk di sekitar perut memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan obesitas biasa.

Seperti kelebihan berat badan pada umumnya, obesitas dan obesitas sentral disebabkan oleh penimbunan lemak akibat pola konsumsi tinggi karbohidrat, kolesterol, dan lemak serta tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Namun pada obesitas sentral alias buncit, ini sering kali dipicu oleh konsumsi alkohol sehingga sering juga disebut dengan beer belly atau perut bir.

Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian oleh Schroder di mana individu yang mengonsumsi alkohol berisiko untuk terkena obesitas sentral sebesar 1,8  kali dibandingkan yang tidak mengonsumsi alkohol. Konsumsi alkohol akan meningkatkan asupan glukosa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.  

Efek buruk terpenting dari kondisi kelebihan berat badan pada individu dengan obesitas adalah meningkatkan berbagai risiko penyakit degeneratif akibat ketidakseimbangan tekanan darah, sekresi insulin, dan kadar kolesterol HDL dan LDL. Tentu saja hal ini tidak akan menimbulkan gejala langsung yang serius, tetapi akan bertambah parah seiring dengan berjalannya usia individu.

Sedangkan pada individu yang mengalami obesitas sentral alias perut buncit, dampak dari penimbunan lemak akan lebih cepat dialami. Berikut beberapa hal yang menyebabkan obesitas sentral lebih berbahaya:

1. Risiko kematian yang lebih tinggi

Individu dengan lemak yang menumpuk di sekitar perut memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan obesitas biasa. Hal ini didukung dengan penelitian baru-baru ini yang menunjukkan bahwa  individu dengan obesitas namun tidak memiliki obesitas sentral akan memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

2. Obesitas sentral tetap berbahaya meskipun individu memiliki IMT normal

Suatu penelitian oleh Boggsyang menunjukan bahwa perempuan dengan penumpukan lemak di perut meningkatkan risiko kematian dini, meskipun ia  tidak mengalami obesitas.

3. Tidak hanya berisiko terhadap penyakit kardiovaskuler

Penimbunan lemak di sekitar abdomen juga meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan kanker. Hal ini disebabkan penimbunan lemak di dekat organ vital tubuh di sekitar perut dapat memicu kerusakan akibat inflamasi pada bagian dalam. Akibatnya individu menjadi lebih berisiko terhadap penyakit kronis.

4. Lebih berisiko menyebabkan penimbunan lemak di dalam pembuluh darah

Penelitian oleh Fan menunjukkan individu lansia dengan obesitas sentral berisiko mengalami arterosklerosis,  sedangkan individu dengan kategori obesitas berdasarkan IMT tidak meningkatkan risiko arterosklerosis.

Obesitas sentral dan obesitas umum merupakan kondisi akibat penimbunan lemak. Namun penimbunan lemak di perut atau obesitas sentral lebih berisiko untuk mengalami gangguan bahkan kematian lebih cepat dibandingkan dengan obesitas pada umumnya.