namun tidak akan pernah ada yang namanya `silver bullet` untuk membunuh COVID-19.

WHO atau World Health Organization (Organisasi Kesehatan Dunia) memberi kabar buruk terkait pandemi virus Corona. Ada secercah harapan soal vaksin, namun tidak akan pernah ada yang namanya `silver bullet` untuk membunuh COVID-19.

"Sejumlah vaksin sekarang dalam uji klinis fase tiga dan kami semua berharap memiliki sejumlah vaksin efektif yang dapat membantu mencegah orang terinfeksi. Tapi tidak ada 'silver bullet' saat ini dan mungkin tidak pernah ada," Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

WHO lalu mendesak para pemerintah dan warga negara untuk fokus melakukan langkah-langkah dasar yang sudah diketahui, seperti pengujian, pelacakan kontak, social distancing, dan mengenakan masker.

"Penggunaan masker harus menjadi simbol solidaritas keliling dunia.Pesan kepada orang-orang dan pemerintah jelas: 'Lakukan semuanya'," kata Tedros.

Lebih dari 18,14 juta orang di seluruh dunia dilaporkan telah terinfeksi penyakit 'biadab' ini di mana 688.080 telah meninggal berdasarkan perhitungan Reuters.

Sementara Kepala urusan kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan negara-negara dengan tingkat penuralan tinggi termasuk Brasil dan India perlu bersiap menghadapi 'perang' besar. "Jalan keluarnya panjang dan butuh komitmen berkelanjutan," kata Ryan.