Terkendala mahalnya biaya penyambungan pertama listrik, masih ada 1,2 juta rumah belum tersambung listrik.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Bogor meninjau program 'BUMN Hadir Untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis Bagi Keluarga Tidak Mampu'. Menurut Presiden Jokowi, sampai saat ini ada 1,2 juta rumah di Indonesia yang belum tersambung listrik.

"Hitungan kita 1,2 juta [rumah]. Itu di seluruh provinsi. Ini akan terus kita sisir [beri sambungan listrik gratis] satu per satu," ujarnya, Minggu (2/12) saat meresmikan pemberian Sambungan Listrik Gratis di Bogor, Jawa Barat.

Khusus di provinsi Jawa Barat, terdapat sekitar 200.000 rumah belum tersambung listrik.

Target kita sampai akhir tahun ini 100.060 harus sudah tersambung. Pertama, ada yang belum memang ada listrik, ada yang sudah ada listrik tapi nyambung dengan tetangga dan orang tua. Sekarang kita sambung secara mandiri - Jokowi

Presiden memaklumi yang menjadi kendala pemasangan listrik adalah mahalnya biaya penyambungan pertama listrik.

Libatkan BUMN

Program Sambung Listrik Gratis merupakan salah satu kegiatan dari Sinergi BUMN yang melibatkan perusahaan-perusahaan pelat merah. Melalui program ini, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan Asosiasi Instalatir menawarkan keringanan biaya penyambungan dan pemasangan instalasi sebesar 50 persen, sehingga biaya yang perlu dibayar oleh Sinergi BUMN hanya Rp 500 ribu.

Sebagai tahap awal, Sinergi BUMN yang menyasar sebanyak 130.248 kepala keluarga (KK) di delapan kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kota yang dilibatkan adalah kota Bogor, kabupaten Bogor, kabupaten Bandung, kabupaten Tasikmalaya, kabupaten Garut, kabupaten Pangandaran, kabupaten Cianjur, dan kabupaten Sukabumi.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mengidentifikasi ada 235.756 masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik karena tergolong tidak mampu di Jawa Barat. Sebagian besar masyarakat tersebut terpaksa mendapatkan listrik dengan cara levering, atau menyambung dari tetangga dengan biaya sekitar Rp 40.000 - Rp 50.000 per bulan. Itu pun hanya sanggup menyalakan lampu penerangan, tanpa alat elektronik lainnya.

Melalui program ini, masyarakat ini diharapkan dapat menikmati sambungan listrik dengan biaya sekitar Rp 30.000 per bulan yang tak hanya dapat digunakan untuk lampu saja. Ada 34 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dilibatkan dalam program ini, diantaranya PLN, Telekomunikasi Indonesia (Telkom), Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Pertamina, Angkasa Pura II, Pelindo II, Bank Tabungan Negara, Wijaya Karya, PP, Perusahaan Gas Negara, Waskita Karya, Pegadaian, PTPN III Holding, Antam, Jasa Marga, Jasa Raharja, Taspen, Airnav, Askrindo, Jasindo, ASDP, Bulog, Jamkrindo,, Biofarma, Semen Indonesia, Hutama Karya, Kereta Api Indonesia, Perhutani, Pindad, PT Pos Indonesia, dan Telkomsel.

 

">">">">">