Saking pentingnya tidur yang cukup dengan kualitas yang baik, beberapa penelitian yang baru-baru ini dilakukan bahkan menyatakan bahwa tidur dapat mencegah penyakit kanker prostat pada laki-laki.

Saking pentingnya tidur yang cukup dengan kualitas yang baik, beberapa penelitian yang baru-baru ini dilakukan bahkan menyatakan bahwa tidur dapat mencegah penyakit kanker prostat pada laki-laki. Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang banyak dialami oleh laki-laki di seluruh dunia. 

Menurut data WHO, tingkat kejadian kanker prostat di dunia mencapai 1,1 juta laki-laki pada tahun 2012. Diperkirakan sebanyak 1 dari setiap 39 laki-laki meninggal dunia akibat kanker prostat. Sedangkan di Indonesia sendiri orang yang mengalami kanker prostat sekitar 25 ribu laki-laki pada tahun 2013.

Jika Anda tidur cukup di malam hari atau tidur minimal 7 jam dalam semalam, maka risiko untuk mengalami kanker prostat menurun hingga mencapai 75%. Pernyataan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan pada penelitian yang mengikutsertakan responden laki-laki sebanyak 14 ribu di Swedia.

Diketahui bahwa setidaknya 40% dari total responden laki-laki hanya tidur selama 5 jam atau kurang dalam satu malam, sedangkan hanya 2%-nya tidur selama 9 jam atau lebih per malam. Kelompok laki-laki yang kurang tidur diketahui cenderung berisiko terkena kanker prostat.


Penelitian lain yang melibatkan 928 laki-laki Islandia yang memiliki rentang umur 67 hingga 96 tahun ini meneliti terkait risiko kanker prostat di kalangan laki-laki yang memiliki kebiasaan kurang tidur saat malam hari. Dalam penelitian tersebut, responden dilihat dan diteliti gaya hidupnya dan pola tidurnya selama 7 tahun. 

Peneliti juga mengambil sampel urin yang pertama kali dikeluarkan tubuh sesaat setelah bangun tidur. Urin pertama yang dikeluarkan saat bangun di pagi hari, merupakan ukuran yang baik untuk melihat kadar melatonin.

Dari total responden, ditemukan sebanyak 111 laki-laki terdiagnosis mengalami kanker prostat, sedangkan 24 laki-laki juga diketahui bahwa mengalami gejala awal kanker prostat. Sebagian besar dari mereka yang terdiagnosis kanker prostat, memiliki gangguan tidur atau terbiasa kurang tidur ketika malam hari. 

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa laki-laki yang memiliki kadar melatonin di urin kurang dari 17,1 nanogram per mililiter, berisiko 30% lebih tinggi terkena kanker prostat dan 75% lebih besar untuk mengalami  gejala awal kanker prostat, jika dibandingkan dengan kelompok laki-laki yang kadar melatoninnya lebih tinggi dari rata-rata.