Salah satu pemilik cafe sea food di Jimbaran mengatakan, Bali belum pulih.

Pembukaan destinasi wisata di sejumlah daerah mulai dibuka secara bertahap sesuai dengan kesiapan pengelolanya dalam menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi virus Corona. Bali jadi daerah wisata yang dibuka pertama kali untuk new normal pariwisata.

Namun dari penelusuran Tim Bizlaw.id, suasana Bali sebagai surga wisata Indonesia tidak seperti dahulu. Pulau Dewata mencoba bangkit dari mati suri akibat pandemi COVID-19.



Saat ini wisata di Bali seperti kota mati beberapa tempat wisata sudah tak ramai kembali seperti dulu beberapa pedagang yang berada dikawasan wisata pun merasakan dampak dari pandemi virus Corona saat ini.

Banyak para pedagang yang gulung tikar karena beberapa bulan ini sudah tidak bisa membuka gerainya. Salah satu pemilik cafe sea food di Jimbaran mengatakan, Bali belum pulih. Meski sudah beroperasi sejak awal Juli, masih sepi wisatawan.



"Belum seramai dulu biasanya banyak sekali wisatawan yang berkunjung. Sehari hanya 3 sampai 5 pelanggan datang. Masih tidak dapat menutup biaya operasional. Perekonomian para pedagang pun terancam tutup,” ucapnya.

Pembukaan Wisata Bali Tahap 3

Upaya menggenjot wisata di Bali terus dilakukan pemerintah dengan membuka gerbang wisata tahap 3 untuk Provinsi Bali pada 11 September 2020 mendatang.

Dalam waktu dekat, pemerintah mempertimbangkan untuk mencabut Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 11 tahun 2020 tentang pelarangan sementara kedatangan orang luar negeri masuk wilayah Indonesia.

Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Kosmas Harefa lantas menyatakan, pemerintah tetap akan melihat dinamika yang terjadi, senantiasa melalui kajian mendalam dan terus berpegang pada prinsip kehati-hatian dalam membuat kebijakan.

"Permenkumham 11/2020 masih tetap berlaku, tetapi ada pengecualian tertentu, seperti medical urgent dan urusan penting yang lain, kita ikuti dinamika, tetapi kita masih akan pertimbangkan, yang pasti Kemenkumham akan merevisi sesuai dinamika. Kami bersama lintas kementerian/lembaga terkait tidak akan gegabah, dan saat ini pun lintas kementerian/lembaga lebih solid," ujarnya dalam acara Bincang Media, dihelat secara virtual, Jumat (07/8/2020).

Sebagai syarat mutlak untuk pembukaan wisata adalah penerapan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata.