Aktivitas erupsi Gunung Sinabung telah berlangsung sejak tahun 2013 dan statusnya saat ini masih berada pada Level III (SIAGA)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan terjadinya erupsi pada Gunung Sinabung (2.460 mdpl), Sumatera Utara. Aktivitas erupsi terjadi pada hari Senin (10/8) pukul 10.16 WIB. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara dengan tinggi lebih kurang mencapai 5.000 meter dari atas puncak.

Kepala PVMBG Badan Geologi, Kasbani, dalam keterangannya mengatakan bahwa aktivitas erupsi Gunung Sinabung telah berlangsung sejak tahun 2013 dan statusnya saat ini masih berada pada Level III (SIAGA).

Terkait erupsi yang terjadi hari ini, PVMBG menetapkan Zona Perkiraan Bahaya pada radius sektoral 3 hingga 5 kilometer dari kawah. "Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara," ujar Kasbani.

Kasbani juga merekomendasikan bagi masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk dapat mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

PVMBG Kementerian ESDM berharap masyarakat sekitar diharapkan tetap mengikuti arahan pemerintah setempat atau bisa mengikuti perkembangan informasi gunung tersebut melalui aplikasi MAGMA, menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Sinabung terdekat, melalui laman resmi media sosial PVMBG (twitter: @vulkanologi_mbg, instagram: @pvmbg_kesdm) dan laman website https://vsi.esdm.go.id/