Inilah potret buram tentang tata kelola di BUMN. Ternyata, ada cucu usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menunggak pajak miliaran kepada pemerintah daerah. Baca berita ini.

Adalah PT Aerofood Indonesia, cucu usaha Garuda Indonesia, menunggak pajak restoran sebesar Rp1.573.540.507 kepada Pemkot Ternate. Di mana, Aerofood merupakan perusahaan penyuplai katering untuk penerbangan Garuda Indonesia.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Pemkot Ternate, Ahmad Yani Abdurahman mengatakan, Aerofood menunggak pajak sejak 2013 hingga 2019. Ahmad menyebut, Aerofood bekerja sama dengan pihak kedua, CV Nijrah Catering menyuplai katering untuk Garuda. Perjanjian itu tertuang dalam kerjasama Nomor: 2241/ISTS/PERJ/GM/X/2013 tanggal 31 Oktober 2013.

Menurut Ahmad, awalnya BP2RD tidak mengetahui bahwa katering Garuda dikelola oleh jasa katering yang ada di Ternate, yaitu CV Nijrah. “Kita pikir kelola di Jakarta, yaitu PT Aerofood untuk Garuda punya,” kata Ahmad, dikutip dari Kompas.com, Jumat (28/8/2020).

Setelah ketahuan, barulah pihak Pemerintah Kota Ternate meminta penyelesaian. Dari situ, Aerofood mulai mengangsur pembayaran, tapi setelah itu kembali mandek. “Jadi yang kita minta ini yaitu sisa tunggakan untuk dibayar,” ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan, sudah beberapa kali manajemen Garuda mengutus perwakilannya ke Ternate pada 2019 bertemu Pemkot Ternate. Namun hingga saat ini, tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan tunggakan tersebut. Hal itu membuat Pemkot Ternate mengirimkan somasi kepada Garuda.

Ahmad menambahkan, Pemkot Ternate pada prinsipnya mengharapkan Garuda membayar tunggakan pajak tersebut. Karena itu kewajiban terhadap negara atau daerah. “Kedua, kalau perusahaan anggap tidak tahu, kan kita bisa bicara sepanjang tidak bertentangan dengan aturan,” papar Ahmad.

Menanggapi hal tersebut, Sales and Service Manager PT Garuda Indonesia Cabang Ternate, Agung Gunawan mengaku tidak tahu terkait utang tersebut. Ini karena kerja sama langsung dilakukan oleh PT Garuda Indonesia di pusat. “Kami di perwakilan hanya melaksanakan apa yang dilakukan Garuda pusat dan pihak katering. Jadi termasuk semua administrasi dan transaksional ada di kantor pusat, tidak di kami,” kata Agung ditemui Kompas.com di kantornya di Ternate.

Perwakilan, katanya, hanya melaksanakan apa yang diinstrusikan pusat, yakni fokus di penjualan. “Kalau dari kita, pernah ada surat (dari Pemkot Ternate), karena itu sifatnya confidence, kita tidak buka dan teruskan ke pusat,” ucap Agung.