Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku pengusaha Indonesia memintanya untuk mencarikan vaksin COVID-19 ke China. Karena Dahlan punya banyak kolega di negeri Panda itu.

Pernyataan Dahlan Iskan itu dtuangkan dalam tulisan yang dimuat dari laman resminya disway.id. Pendiri kerajaan media Jawa Pos ini cerita banyak soal kegundahan masyarakat yang berdampak kepada perekonomian.

Saat pandemi COVID-19 ini, pengusaha sudah tidak mau tahu lagi dengan roda bisnis. "Pikiran mereka konsentrasi ke keselamatan masing-masing. Ini soal giliran saja kapan saya terkena virus? kata teman-teman pengusaha. Itulah yang memenuhi pikiran mereka," tutur Dahlan dalam tulisan bertajuk Resesi edisi Kamis (24/9/2020).

Kekhawatiran seperti itulah yang membuat orang bermodal, takut melakukan ekspansi bisnis. Dahlan bahkan mengaku para pengusaha sangat menginginkan melakukan vaksinasi Corona secara mandiri dengan membeli vaksin dari China seberapa pun harganya.

"Banyak sekali teman saya yang minta dicarikan vaksin. Mereka mau vaksinasi sekarang juga. Mahal pun mau. Dikira saya bisa menggunakan jaringan saya di Tiongkok untuk mendapatkan vaksin yang sudah diproduksi di sana," lanjut Dahlan.

Rupanya, mencari Vaksin Corona langsung dari China pun juga tidak mudah. Dahlan Iskan mengaku tidak bosan-bosannya menghubungi koleganya di China untuk membeli Vaksin COVID-19. "Hampir tiap hari saya menghubungi teman-teman di sana. Di kota yang berbeda-beda. Pertanyaan saya singkat: Anda sudah melakukan vaksinasi? Semua menjawab: belum," tutur pia asal Magetan, Jawa Timur ini.

Dahlan pun kaget dengan jawaban itu, padahal China sudah mampu memproduksi Vaksin Corona. "Belum untuk umum, jawab mereka."

Mantan Menteri BUMN itu melanjutkan cerita dari koleganya di China memang sudah menggunakan Vaksin Corona, namun untuk kalangan terbatas dan dalam kondisi darurat. "Misalnya untuk tentara dan tenaga kesehatan di rumah sakit. Itu pun juga selektif," lanjut Dahlan.

Dia melanjutkan bahwa warga China yang akan terbang ke luar negeri akan divaksinasi Corona secara selektif. "Agar mereka tidak tertular virus di negara tujuan. Lalu ketika pulang tidak membawa oleh-oleh yang membahayakan itu."

Dahlan memberi catatannya dengan tajuk Resesi, karena memang mencoba menelaah arti pentingya vaksinasi Corona sebagai satu-satunya harapan rakyat dan dunia usaha.