Pilkada Kabupaten Mandailing Natal diikuti oleh 285.322 DPT yang tergelar di 908 TPS dan tersebar di 23 Kecamatan

Kabupaten yang ber-lbukota di Panyabungan ini terdiri dari 23 Kecamatan dan 407 desa/ kelurahan. Luas wilayah Kabupaten Mandailing Natal adalah 662.070 ha atau 9,24% dari wilayah Provinsi Sumatera Utara. Wilayah kecamatan yang terluas adalah Kecamatan Muara Batang Gadis, yakni 143.502 ha (21,67%) sedangkan wilayah yang terkecil yaitu Kecamatan Lembah Sorik Merapi seluas 3.472,57 ha (0,52%).  Wilayah Kabupaten Mandailing Natal terdiri dari gugusan pegunungan dan perbukitan yang dikenal dengan nama Bukit Barisan dan melingkupi beberapa kecamatan. Selain itu terdapat daerah pesisir/ daerah pantai di Kecamatan Batahan, Natal dan Muara Batang Gadis. 

Penduduk Kabupaten Mandailing Natal umumnya adalah  didominasi oleh etnis Mandailing yang secara bahasa dan budaya dekat dengan etnis Batak. Masyarakat etnis Mandailing di kabupaten ini kebanyakan bermarga Nasution, Lubis, Pulungan, Harahap, Siregar, Rangkuti, dan Daulay. Kemudian diikuti oleh suku Minangkabau yang banyak bermukim di daerah-daerah pesisir sejak masa lalu, Suku Siladang dan juga Nias. 

Agama mayoritas yang dianut adalah Islam sebesar 96.79% dari jumlah total penduduk. Jumlah total penduduk 430.894 jiwa dengan kepadatan 65,08 jiwa/km2. Persentase pemeluk agama sebagai berikut Islam (96.79%) Kristen Protestan, (3.10%) Katolik (0.11%) dan Buddha (0.006%). Dilihat dari persentase penduduk Kabupaten Mandailing Natal, sekitar 17 % penduduk Mandailing Natal hidup dari perkebunan dan 62 % dari pertanian tanaman pangan. Kontribusi sektor pertanian adalah 47,1 % dari total nilai kegiatan ekonomi yang mencapai Rp 2 triliun.

Masyarakat Minangkabau banyak dijumpai di sekitar wilayah pesisir seperti Natal, Kotanopan, Panyabungan, serta wilayah yang berbatasan dengan Sumatra Barat. Orang Minang di Madina terlihat dari tidak adanya nama marga seperti orang Mandailing dan Nias. Meski begitu, sebagian masih mengetahui nama suku Minang mereka yang mirip dengan di Sumatra Barat. Selain berdagang, masyarakat Minang juga banyak yang memiliki perkebunan dan pertambangan. Di Mandailing Julu banyak ditemukan bekas penambangan emas yang ditinggalkan oleh masyarakat Minang Agam, seperti di Huta Godang ada suatu tempat yang dinamakan garabak ni Agom. Dari daerah Mandailing Natal ini banyak tampil tokoh-tokoh yang menghiasi sejarah Indonesia modern seperti Abdul Haris Nasution, Sutan Takdir Alisjahbana, Darmin Nasution, dsb. Selain itu juga ada etnis lainnya seperti Jawa, Sunda, dsb yang masuk belakangan.

Perekonomian Kabupaten Mandailing Natal, ditopang oleh sarana prasarana ekonomi berupa; Tersedia tenaga listrik dengan kapasitas terpasang sebesar 60 MVA dan daya produksi 49.507.816 MWH. Tersedianya sarana telekomunikasi berupa telepon kabel dengan kapasitas terpasang 4.872 SST, dan telepon seluler dari berbagai operator seperti Telkomsel, Indosat, XL, AXIS. Sarana jalan sepanjang 2.110 km terdiri dari jalan negara 297,70 km, jalan provinsi 161,65 km dan jalan kabupaten 1.423,18 km. Tersedia pelabuhan laut 1 (satu) buah yakni pelabuhan Sikara-Kara yang dapat dilabuhi kapal dalam negeri. Tersedianya 9 buah bank, terdiri dari 4 buah bank Pemerintah dan 5 buah bank swasta, serta 1 buah kantor Pegadaian. Tersedianya 30 pasar, terdiri dari 1 unit pasar kelas I di Panyabungan 1 unit pasar kelas II di Kotanopan dan 28 unit pasar kelas III tersebar pada 22 kecamatan. Dan sedang dibangun 1 unit pasar modern (Madina Square) di kota Panyabungan.

Kabupaten Mandailing Natal memiliki potensi pertambangan yang besar yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Salah satu bahan galian yang terdapat di Kabupaten Mandailing Natal adalah marmer. Lokasi tambang tersebut terdapat di Desa Sipagapaga Kecamatan Panyabungan, seluas ±200 Ha. Mandailing Natal memiliki potensi industri, namun masih didominasi industri kecil (termasuk industri rumah tangga) dan menengah, seperti industri makanan dan kerajinan (anyaman), bengkel, kayu, kerupuk, dan lain-lain. Perkembangan industri tersebut memberi nilai tambah pada komoditas pertanian yang belum mampu berkontribusi pada skala ekonomi yang lebih besar.

Pilkada Kabupaten Mandailing Natal sendiri pada tahun 2020 ini diikuti oleh tiga pasangan calon yakni pasangan Muhammad Jafar Sukhairi Nasution - Atika Azmi Utammi Nasution yang diusung Partai PKB, PKS dan Hanura. Lalu pasangan Dahlan Hasan Nasution- Aswin Parinduri yang diusung Partai Golkar, PPP, PDI Perjuangan, Perindo, NasDem, PKPI dan Berkarya.Terakhir pasangan Sofwat Nasution- Zubeir Lubis yang dicalonkan Gerindra, PAN dan Demokrat. Dipastikan sebanyak kurang lebih 285.322 DPT, sedangkan jumlah TPS sendiri diperkirakan mencapai 908 TPS yang tersebar di 23 Kecamatan. Tertanggal 31 Desember 2019 dalam situs elhkpn.kpk.go.id, dapat diketahui bahwa Dahlan Hasan Nasution yang merupakan Bupati petahana Madina melaporkan harta kekayaannya sejumlah  Rp.755.152.054.