Penempatannya di posisi itu sudah melalui banyak pertimbangan. Silvano telah mengantongi sederet pengalaman lebih dari 17 tahun, sehingga ia sangat memahami seluk beluk industri pasar modal dan jasa keuangan di Indonesia maupun Internasional.

WALAU masih berusia muda, Silvano Rumantir sudah memegang posisi penting di dunia perbankan Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai CEO PT Mandiri Sekuritas.

Dilantik pada 9 Agustus 2016, penempatannya di posisi itu sudah melalui banyak pertimbangan. Silvano telah mengantongi sederet pengalaman lebih dari 17 tahun, sehingga ia sangat memahami seluk beluk industri pasar modal dan jasa keuangan di Indonesia maupun Internasional.

Sebelum pengangkatannya, ia menjabat sebagai Direktur Corporate Finance di Deutsche Bank Singapore (2015-2016). Karirnya di industri pasar modal pun sudah tak diragukan lagi, lewat berbagai posisi penting yang ia duduki, sebagai Direktur Utama di Deutsche Securities Indonesia (2013-2015); Direktur & Head of Debt Capital Markets Indonesia di HSBC (2010-2013); Associate Director Project & Export Finance Asia Pasifik di HSBC Hong Kong (2006-2010); Senior Manager Structured Export Finance Asia Pasifik di ANZ Singapura (2005-2006); Manager Structured Export Finance Australia dari ANZ Sydney (2004-2005) dan Analis Senior, Wholesale Risk di ANZ Melbourne (2002-2004).

Selain pengalamannya tersebut ia juga memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Silvano memperoleh Gelar Bachelor of Arts di bidang Administrasi Bisnis dari University of Oregon dan Gelar Master of Finance dari Royal Melbourne Institute of Technology.

Dibawah kepemimpinan Silvano, Mandiri Sekuritas terus menjaga sinergi dengan anak perusahaannya yaitu Mandiri Securities Pte Ltd Singapore yang diresmikan sejak awal 15 mei 2017 silam.

Dengan berdirinya anak perusahaan tersebut, Mandiri Sekuritas menjadi satu-satunya investment bank Indonesia yang memiliki lisensi dan kapabilitas berbisnis di pasar modal Singapura.

Tidak hanya itu saja, kehadiran Mandiri Securities Singapore juga merupakan rencana strategis jangka panjang Mandiri Sekuritas untuk mengambil peran yang lebih besar di kancah regional.

Kinerja keuangan PT Mandiri Sekuritas pada tahun ini pun menoreh prestasi gemilang. Berdasarkan data yang dirilis perseroan, total laba yang dicapai di kuartal III/2018 adalah sebesar Rp 101 miliar. Angka tersebut naik 215,62% hampir tiga kali lipat dari tahun lalu yang hanya sebesar 32 miliar.

Mandiri Sekuritas berhasil mempertahankan posisinya sebagai broker lokal terbaik dengan pangsa pasar 5,1% di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mencapai nilai total transaksi saham sebesar Rp 156 triliun sampai September 2018.  

Selain itu, ia pun menciptakan beberapa gebrakan inovasi strategis, diantaranya dengan merilis platform MOST Learning sebagai sarana pembelajaran online bagi para nasabah dan masyarakat yang ingin meningkatkan kemahiran dalam berinvestasi di pasar modal.

Pendidikan

  • University of Oregon - (1999)
  • RMIT University - (2001)

Pekerjaan

  • Program Pascasarjana Analis di ANZ Melbourne (2001-2002)
  • Analis Senior, Wholesale Risk di ANZ Melbourne (2002-2004)
  • Manajer Structured Export Finance Australia di ANZ Sydney (2004-2005)
  • Manajer Senior Structured Export Finance Asia Pasifik di ANZ Singapura (2005-2006)
  • Associate Director Project & Export Finance Asia Pasifik di HSBC Hong Kong (2006-2010)
  • Direktur & Head of Debt Capital Markets Indonesia di HSBC (2010-2013)
  • Direktur Utama di Deutsche Securities Indonesia (2013-2015)
  • Direktur Corporate Finance di Deutsche Bank Singapore (2015-2016)
  • CEO PT Mandiri Sekuritas (2016 - sekarang)

">">