Salah satunya, adalah terkait fokus pada pemberian bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona.

Kasus COVID-19 di Indonesia terus melonjak setiap harinya. Per Senin (30/11), Kementerian Kesehatan melaporkan 4.617 kasus corona baru di Indonesia. Sehingga, kini totalnya menjadi 538.883 orang.

Menteri BUMN yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Erick Thohir, meminta masyarakat waspada.

"Kita semua harus semakin waspada, karena ada lonjakan kasus. Artinya banyak di antara kita yang sudah mulai lengah," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (30/11).

Dalam rapat mingguan dengan Presiden Jokowi pagi ini, kata dia, kepala negara memberikan arahan kepada seluruh menterinya untuk terus serius jangan lengah dalam menangani COVID-19.

Salah satunya, adalah terkait fokus pada pemberian bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona.

Bantuan sosial yang dijalankan tahun ini akan diberikan lagi di tahun depan. Sehingga akan membantu masyarakat menghadapi kesulitannya. Hal ini juga akan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Trend ekonomi saat ini cukup membaik dan akan lebih baik lagi tahun depan," ujarnya.

Mengenai vaksinasi, Erick dikutip Kumparan, mengatakan Kementerian BUMN dan juga KPCPEN berkomitmen berperan aktif menangani wabah corona. Pemerintah percaya bahwa nyawa manusia lebih tinggi nilainya dari apa pun.

Menurut dia, saat ini negara berupaya menghadirkan vaksin corona yang aman, berkhasiat dan bermutu dengan harga terjangkau. Kewaspadaan dan vaksinasi sebagai upaya nyata dan perjuangan bersama untuk melindungi diri, melindungi negeri dan mengakhiri pandemi, yang perlu didukung semua komponen bangsa.

"Nah, ayo terus jaga diri kita semua, jangan lelah, jangan lengah, insya Allah upaya kita menjadi Lillah," ujar Erick.