Pilkada Kabupaten Pegunungan Bintang 2020 diikuti oleh 104.196 dengan jumlah TPS sebanyak 383

Kabupaten Pegunungan Bintang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2002 bersama 13 kabupaten lainnya di Provinsi Papua yang disahkan pada tanggal 12 April 2003. Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang adalah Oksibil. Nama Pegunungan Bintang di lembah puncak Mandala (4700 mdpl) diambil dari kata Steren Geberte dari bahasa Belanda yang berarti Gunung Bintang, dikarenakan kumpulan salju abadi di Puncak Mandala (gunung tertinggi kedua di Indonesia) jika diamati berbentuk Bintang.

Oksibil sendiri d ambil dari Suku yang mendiami lembah Oksibil yaitu suku Ngalum yang bermukim di sungai (OK) di lembah sibil (OK = Air Sibil = Dekat) Suku Ngalum OK berbeda dari suku-suku kabupaten di pegunungan pecahan Kabupaten Jayawijaya lainnya. Suku Ngalum OK hanya bermukim di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Indonesia serta di Provinsi Sendaun dan Provinsi Western di Papua  Nugini.

Kabupaten ini memiliki kondisi geografis yang khas, dimana sebagian besar wilayahnya  berupa pegunungan terutama di bagian barat, penduduk bermukim di lereng gunung yang terjal dan lembah-lembah kecil, terpencar dan terisolir. Dataran rendah hanya terdapat di bagian utara dan selatan dengan tingkat aksesibilitas wilayah yang sangat rendah, sehingga sulit dijangkau bila dibandingkan dengan wilayah lainnya di tanah Papua.

Luas wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang adalah 1.568.300 Ha, yang secara geografis terletak antara 140’’37’’72°Bujur  Timur  dan 4” 27”86°Lintang Selatan. Distrik  Borme  merupakan distrik terluas yaitu 343.500 Ha atau 22,05%, sedangkan Distrik Batom merupakan distrik  terkecil  yaitu 44.000 Ha atau 2,81% dari total luas Kabupaten Pegunungan Bintang. Di sebelah Utara Kabupaten Pegunungan Bintang berbatasan dengan Kabupaten Keerom dan Jayapura. Sementara di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Boven Digoel. Lalu di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Yahukimo. Sementara di sebelah TImur, Pegunungan Bintang berbatasan dengan Negara PNG.

Distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang telah dimekarkan menjadi 34 distrik dengan pertimbangan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat karena luasnya wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang. Hingga saat ini sebagian besar pelayanan di wilayah kabupaten ini hanya dilakukan dengan transportasi udara, menggunakan pesawat kecil jenis Cessna, Pilatus, Twin Otter, Cassa dan itu pun sangat tergantung pada perubahan cuaca yang sering berkabut.

Kabupaten Pegunungan Bintang masih didominasi oleh pertanian bahan pokok serta beberapa jenis varietas pertanian lainnya, seperti padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu dan keladi, hampir keseluruhan pertanian tersebut terdapat di setiap distrik. Data yang berbeda terdapat pada distrik Okbemta, yang tidak menghasilkan pertanian jenis tersebut. Hal itu juga ditunjang oleh luas lahan yang belum tersedia untuk jenis tanaman tersebut. Luas panen padi  seluas 59 Ha. Luas Panen tanaman Jagung 200 Ha, yang merata di 21 Distrik induk. Ubi-ubian (ubi jalar, Ubi Kayu, keladi) dengan luas panen Ubi Kayu 209 Ha dan ubi Jalar 6.085 Ha. Luas panen Keladi 211 Ha.

Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua memastikan bahwa di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang terdapat kandungan emas, tembaga, dan perak. Kabupaten ini merupakan bagian dari punggung Pegunungan Jayawijaya sebagai hasil pergeseran lempeng Australia dengan lempeng Pasifik. Terjadinya penerobosan batuan beku dengan komposisi sedang ke dalam batuan sedimen di atasnya, yang kemudian membentuk mineralisasi logam yang berasosiasi perak dengan emas. Konsentrasi mineral-mineral logam diperkirakan terjadi pada lajur Pegunungan Tengah Papua atau disebut Pegunungan Jayawijaya. Punggung pegunungan ini terbentang mulai dari wilayah Papua Niugini masuk wilayah Republik Indonesia, yakni Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Puncak Jaya, Paniai, Sarmi, dan sebagian wilayah Jayapura. Pegunungan Bintang diyakini memiliki kandungan emas, tembaga, nikel, dan batu bara terbesar selain di Tembagapura.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), berhasil mensahkan dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Pegubin, untuk ikut Pilkada Serentak 2020. Masing-masing Spey Yan Birdana, ST, Si/Piter Kalakmabin, Amd yang diusung oleh Golkar, PAN dan PBB serta Costan Oktemka, IP dan Decky Deal, SIP yang diusung oleh  Demokrat, NasDem, Gerindra, Hanura, PKB dan PKS. Calon Bupati Pegunungan Bintang, Papua, Costan Oktemka sedang diselidiki oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di daerahnya. Ini menyusul dugaan pelanggaran yang dilakukan calon petahana ini, yaitu masih melantik sejumlah pejabat Pemkab Pegunungan Bintang walaupun telah berstatus calon kepala daerah. DPT Kabupaten Pegunungan Bintang sebanyak 104.196 pemilih dengan 383 jumlah TPS.