Pilkada Kabupaten Yalimo 2020 diikuti oleh 89.438 pemilih dengan jumlah TPS sebanyak 327

Kabupaten Yalimo adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papuayang dibentuk pada 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008.

Luas Wilayah Kabupaten Yalimo adalah sekitar 3.568,52 Km2atau 125.300 Ha (1,1 persen) dari total luas Provinsi Papua sebesar 317.062 km2. Berdasarkan data BPS Provinsi Papua tahun 2015, Kabupaten Yalimo terdiri dari 5 distrik dan 300  kampung. Distrik yang paling luas adalah  Distrik Elelim, yaitu 1.099,17 km2atau sebesar 30,80 persen dari luas Kabupaten Yalimo. Sedangkan yang paling sempit yaitu Distrik Apalapsili dengan luas 251,94 km2atau sebesar 7,06 persen dari luas Kabupaten Yalimo.

Kabupaten Yalimo, dengan Ibukota Elelim, berbatasan langsung dengan Kabupaten Jayapura dan Sarmi di sebelah utara. Lalu di sebelah timur, Yalimo berbatasan dengan Kabupaten Yahukimo. Kabupaten Jayawijaya merupakan batas wilayah Yalimo di sebelah selatan, sementara di sebelah barat Yalimo berbatasan dengan Kabupaten Memberamo Tengah.

Letak geografis Kabupaten Yalimo berada di antara 138°57’37,98”- 139°55’03,99”BT dan 3°27’32,40” – 4°05’15,20” LS dengan ketinggian rata-rata 1.550 meter di atas permukaan laut. Kondisi topografi pada umumnya banyak terdapat lereng, gunung, lembah, sedangkan permukaan agak landai dan datar hanya terdapat di Distrik Elelim. Kabupaten Yalimo merupakan daerah pegunungan yang mempunyai bentuk topografi datar, landai, agak curam sampai sangat curam dengan tingkat kemiringan lereng yang bervariasi. Daerah dengan tingkat kemiringan landai dan agak curam mempunyai luas sekitar 51,50%, sekitar 40,02% potensial sebagai lahan pertanian, 6,08% merupakan daerah datar sedangkan sisanya sebesar 2,39% merupakan daerah curam.

Kabupaten Yalimo berada di hamparan pegunungan, Kabupaten Yalimo dikelilingi oleh puncak dan Pegunungan yang terkenal karena Puncak Salju abadinya, Pegunungan ini amat menarik wisatawan dan peneliti Ilmu Pengetahuan Alam karena puncaknya yang selalu ditutupi oleh awan, baik tebal maupun ringan. Lereng pegunungan yang terjal dan sungai yang sempit dan curam menjadi ciri khas pegunungan ini. Vegetasi alam hutan tropis basah di ketinggian memberi peluang pada hutan iklim sedang berkembang cepat di daerah ini. Ekosistem hutan pegunungan berkembang di daerah ketinggian antara 2.000–2.500 m di atas permukaan laut. Orang Yalimo di Propinsi Papua biasa disebut sebagai “Orang Yali”.

Mata pencaharian utama masyarakat Yalimo adalah bertani, dengan sistem pertanian tradisional. Makanan pokok masyarakat asli yalimo adalah ubi jalar, keladi,Pisang, Singkong, sagu, buah merah dan lsb. Sehingga pada areal pertanian mereka dipenuhi dengan jenis tanaman makanan pokok ini. Pemerintah KabupatenYalimo berusaha memperkenalkan jenis tanaman lainnya seperti berbagai jenis sayuran (kol, sawi, wortel, buncis, kentang, bunga kol, daun bawang dan sebagainya) yang kini berkembang sebagai barang dagangan yang dikirim ke luar daerah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Yalimo adalah areal luas yang sangat subur sehingga cocok untuk berbagai jenis komoditas pertanian yang dikembangkan tanpa pupuk kimia. Begitupun komoditas perkebunan lainnya kini dikembangkan adalah kopi Arabika. 

Transportasi Kabupaten Yalimo hingga saat ini masih mengandalkan perhubungan udara, dan darat Wamena-Jayapura yang (pada tahun 2011 sampai saat ini) dilayani oleh dua penerbangan pesawat yaitu Cesna dan Yajasih. Dan darat Truk-Truk untuk barang, dan Strada untuk penumpang. Semua jenis barang, baik barang kebutuhan pokok masyarakat, bahan bangunan seperti semen, besi beton, serta kebutuhan bahan bakar minyak (bensin dan solar) diangkut ke Yalimo menggunakan pesawat terbang.

Lapangan udara terdapat hampir di semua distrik kecuali Distrik Benawa. Lapangan udara tersebut merupakan lapangan udara perintis yang mampu didarati oleh pesawat jenis Casa dengan kapasitas 16 penumpang. Untuk trasportasi antar distrik melaliui jalur darat hanya bisa terkoneksi antara Distrik Elelim dan Distrik Abenaho, sedangkan Distrik Welarek, Distrik Benawa dan Distrik Apalapsili hanya bisa dilalui dengan jalan setapak yang sangat terjal dan sulit dijangkau dengan kendaraan.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Yalimo telah melaksanakan pencabutan nomor urut pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Yalimo periode 2020-2025. Tahapan KPU Yalimo hari ini diumumkan bahwa nomor urut 1 Paslon Erdi Dabi dan Jhon Wilil yang diusung 3 Parpol dengan jumlah 5 kursi parlemen. Nomor urut 2 Paslon Lakius Peyon dan Nahum Mabel yang diusung 10 Parpol dan 20 kursi parlemen, Pasangan Lakius Peyon – Nahum Mabel diusung 8 partai dengan jumlah kursi 20 di DPRD Yalimo, Hanura 3 kursi, PDIP 2 kursi, Nasdem 1 kursi, Garuda 3 kursi, PKS 2 kursi, PPP 1 kursi, PSI 1 kursi, PAN 3 kursi, Demokrat 2 kursi dan PKPI 2 kursi. Pasangan Erdi Dabi – John W Wilil diusung 3 partai dengan jumlah kursi 5 di DPRD Yalimo, PKB 3 kursi, PBB 1 kursi dan Gerindra 1 kursi. DPT Kabupaten Yalimo sebanyak 89.438 pemilih dan 327 TPS.