Bagi penyuka ayam goreng tentu tak asing dengan gerai ayam goreng berlogo pria berjenggot, Kolonnel Harland Sanders. Iya betul, gambar itu identik dengan Kentucky Fried Chicken (KFC),

Kini, emiten restoran cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan sepanjang 2020. Akibat pandemi COVID-19, perolehan FAST longsor hingga 27%.

Dalam dokumen yang disampaikan manajemen FAST kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menargetkan, tahun ini penjualan mencapai Rp5,03 triliun. Atau turun ketimbang tahun lalu sebesar Rp6,7 triliun. "Pertumbuhan penjualan sebelum Covid-19 di kisaran 12% - 13% dibanding tahun sebelumnya. Setelah pandemi Covid-19, perseroan akan mengalami penurunan sekitar 27% dibanding tahun lalu," ungkap dalam dokumen bahan paparan publik tersebut, dikutip dari CNBCIndonesia, Jumat (4/12/2020).

Merebaknya virus Corona menyebabkan kinerja keuangan perseroan tertekan. Hal ini, terefleksi dari pembukaan gerai baru yang hanya 10 unit. Atau meleset dari rencana sebelum adanya pandemi dengan penambahan 20 sampai dengan 25 gerai baru. Sementara itu, di tahun depan perseroan menargetkan akan membuka 25 gerai baru. Penjualan ditargetkan tumbuh 38,9% atau mencapai Rp7 triliun, level yang sama di tahun 2019.

Sebagai informasi saja, sejak awal tahun sampai dengan September 2020, perseroan mencatatkan kerugian Rp298 miliar dibandingkan tahun yang mampu mereguk untung Rp175,70 miliar. Pendapatan sampai dengan sembilan bulan ini, turun 28,4% menjadi Rp3,58 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,01 triliun. Sementara itu, beban pokok penjualan berhasil ditekan menjadi Rp 1,45 triliun dari sebelumnya Rp1,87 triliun.