Perempuan asal Belgia itu terancam menghadapi hukuman penjara 7 tahun.

Pemerintah Turki memburu model majalah dewasa, Marisa Papen atas tuduhan perbuatan cabul dan menghina simbol negara.

Foto yang disoal aparat hukum Turki yakni, dua foto telanjang Papen. Pertama foto bugil di Hagia Sophia, Istanbul, sementara foto kedua yang dipermasalahkan, Papen berpose rebahan dengan alas bendera Turki dengan latar belakang pemandangan alam.



Perempuan asal Belgia itu terancam menghadapi hukuman penjara 7 tahun. Seperti dikutip dari The Sun, Jaksa Penuntut Turki menuduhnya telah menghina tanda-tanda kedaulatan negara dan menyebut foto itu sebagai tindakan yang seram dan cabul.

Saat Papen melakukan pemotretan cabul tersebut, status Hagia Sophia ketika itu masih merupakan museum.

Namun, kini bangunan tersebut telah dialifungsikan sebagai masjid. Mendengar dirinya dikejar pihak Turki, Papen mengaku terkejut.

Ia mengungkapkan alasannya melakukan pemotretan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran akan perjuangannya demi kesetaraan perempuan.

"Ini merupakan seruan untuk kemerdekaan. Saya ingin kembali ke masa ketika semua perempuan adalah ratu," ujarnya.

"Itu sebabnya, saya pergi ke semua negara itu di mana wanita mendapat tekanan. Seperti yang saya katakan ini adalah seruan untuk kemerdekaan dan saya ingin mereka melihat pesan saya," tambah Papen.

Tuntutan itu datang beberapa hari setelah dia meluncurkan laman situsnya yang bernama Naked Atlas. Laman itu berisi foto-fotonya saat berpose telanjang di sejumlah bangunan ikonik di sejumlah negara.

Pada 2018 lalu, Papen sempat ditangkap karena berpose bugil di depan Vatikan. Selain itu, dia juga sempat ditangkap karena melakukan pemotretan telanjang di Kuil Karnak, Luxor, Mesir.



Papen juga sempat menjadi tujuan kemarahan umat Yahudi setelah melakukan pemotretan tak senonoh di depan Tembok Ratapan di Yerusalem.

Papen sendiri merupakan model Playboy sekaligus fotografer majalah dewasa untuk edisi Jerman pada 2017.