haram hukumnya terafiliasi dengan Front Pembela Islam

Partai Berkarya kubu Muchdi Purwoprandjono, menyatakan sikap dengan menyatakan mendukung pemerintah terkait dengan pembatasan aktivitas Front Pembela Islam (FPI).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang menilai, menilai keutuhan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu diutamakan daripada kepentingan-kepentingan golongan.

Penilaian itu disampaikan Badar, sapaan Badaruddin Andi Picunang saat acara Refleksi Pergerakan Pemuda di Tahun 2020 di DPP Partai Berkarya, Ragunan, Jakarta, Minggu kemarin.

"Peran pemerintah untuk mempersatukan dan menjaga NKRI ini sehingga apa yang dilakukan oleh Pemerintah saat ini saya kira, Partai Berkarya sejalan dan mendukung," kata Badar.

Lebih lanjut, Badar seperti dilansir antaranews, meminta Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) yang diketuai oleh Fauzan Rachmansyah menjaga sikap tersebut sehingga organisasi sayap Partai Berkarya dalam bidang kepemudaan itu konsisten dengan sikap DPP Partai Berkarya.

Merespons permintaan itu, Fauzan akan melarang anggotanya untuk berafiliasi dalam aktivitas FPI dalam bentuk apa pun.

"Untuk kader AMPB, saya tegaskan sekali lagi, haram hukumnya terafiliasi dengan Front Pembela Islam. Kami tidak mau anggota ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang tidak produktif untuk membangun negara," kata Fauzan.

Sesuai dengan amanah dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Berkarya di Surabaya, kata Fauzan, AMPB juga mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Namun, dia meminta anggota AMPB tetap bisa mengkritisi jalannya roda pemerintahan melalui penyampaian gagasan-gagasan yang membantu mewujudkan visi dan misi Indonesia Maju.

"Tentang berpolitik kritis tetapi tidak anarkis. Memang politik itu tidak tentu, apalagi pemuda yang identik dengan demonstrasi. Akan tetapi, model Partai Berkarya memang tidak di level (demonstrasi) yang seperti itu," kata Fauzan.