Menhub meminta agar Jasa Raharja mempercepat pemenuhan asuransi korban Sriwijaya Air SJ 182.

Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar Jasa Raharja mempercepat pemenuhan asuransi korban Sriwijaya Air SJ 182.

"Kepada Jasa Raharja tentunya saya meminta agar proses pemberian asuransi itu cepat," ujar Budi dalam konferensi pers seperti yang disiarkan melalui Kompas TV, dikutip Rabu (13/1).

Menurut Budi, sudah ada pemberian santunan terhadap korban pramugara yang sudah berhasil diidentifikasi.

Tak hanya kepada Jasa Raharja, Budi juga meminta agar Sriwijaya Air terus mendukung proses selanjutnya yang akan dilakukan oleh RS Polri. 

"Saya meminta Sriwijaya Air untuk memberikan dukungan sepenuhnya tanpa diminta, apa yang diperlukan oleh rumah sakit Polri segera di-support," ujar Budi.

Selain itu, Budi juga mengapresiasi RS Polri yang melakukan proses identifikasi jenazah korban secara sistematis. Adapun, saat ini sudah diidentifikasi 59 sampel DNA dari korban Sriwijaya Air. Masih ada 3 sampel DNA yang perlu diidentifikasi.

"Tetapi informasi dari Sriwijaya Air akan dikirimkan hari ini, Insya Allah akan lengkap menjadi 62," katanya.

Dia juga mengatakan sudah diterima 60 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh korban. Menurutnya, ini menunjukkan pengumpulan data ini dilakukan dengan cepat.

Santunan Jasa Raharja

PT Jasa Raharja (Persero) telah mencairkan santunan dengan total Rp 200 juta untuk empat keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang telah terindentifikasi identitasnya. 

Masing-masing keluarga korban menerima santunan Rp 50 juta sesuai ketentuan dari Kementerian Keuangan.

"Santunan diserahkan 24 jam sejak jenazah diidentifikasi," ujar Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding saat ditemuu di Posko JICT 2, Jakarta Utara, Rabu, 13 Januari 2021.

Adapun empat korban yang telah teridentifikasi adalah Okky Bisma, Khasanah, Fadly Satrianto, dan Asy Habulyamin. Menurut ketentuan yang berlaku, santunan diberikan kepada istri/suami, anak kandung, atau orang tua kandung.

Santunan ini, tutur Amos, dicairkan secara langsung ke rekening masing-masing korban. Bila korban tidak memiliki rekening, Jasa Raharja akan memfasilitasi pembuatan rekening baru.

Adapun proses pencairan santunan untuk keluarga korban Sriwijaya Air terus dipercepat. Selama korban telah selesai diidentifikasi, perseroan akan langsung memberikan uang santunan tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

"Kalau identitas tidak teridentifikasi, kami akan mendapatkan keterangan yang dibuat dari instansi terkait untuk pencairannya," tutur dia.

Saat ini, Jasa Raharja telah melakukan kontak langsung dengan 62 keluarga korban Sriwijaya Air. Komunikasi dilakukan untuk menghimpun data dan syarat-syarat pencairan santunan.

"Kami sudah standby di 27 kota di 13 provinsi. Mana kala ada pengumuman identifikasi, kami langsung sudah bergerak untuk menghubungi keluarga korban," katanya.