ada tiga kelompok yang akan menolak Kabareskrim Polri itu menggantikan Jenderal Pol. Idham Azis. 

Direktur The Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib mengatakan, sejumlah kalangan mendukung pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.

Namun meski demikian, kata Ridlwan, ada tiga kelompok yang akan menolak Kabareskrim Polri itu menggantikan Jenderal Pol. Idham Azis. 

"Ciri kelompok penolak itu ada tiga, terlihat dari karakter tokoh maupun aksi mereka," kata Ridlwan.

Kelompok pertama, menurut Ridlwan seperti dilansir antaranews, yakni mereka yang cemas dengan rekam jejak Listyo Sigit.

Kelompok pertama ini cemas jika Kapolri baru akan melakukan penegakan hukum secara tegas dan tidak pandang bulu.

"Kelompok pertama ini diduga menggerakkan demonstran bayaran untuk mempengaruhi opini masyarakat," kata Ridlwan.

Kelompok kedua adalah kelompok intoleran yang memainkan narasi SARA. "Padahal, walaupun agama Pak Sigit Kristen, beliau sangat dekat dengan tokoh-tokoh Islam maupun agama lainnya," kata Ridlwan.

Kelompok intoleran yang bermain SARA ini, menurut Ridlwan, berupaya memengaruhi opini di media sosial. Mereka diyakini akan memakai akun anonim di media sosial.

Kelompok ketiga yang anti terhadap pencalonan Komjen Pol. Listyo Sigit adalah kelompok terorisme yang selama ini berfatwa bahwa polisi halal dibunuh.

"Kelompok ketiga ini terdiri atas JI, JAD, dan faksi-faksi pro-ISIS, seperti MIT. Mereka menghalalkan darah polisi karena dianggap thaghut," katanya.

Menurut Ridlwan, kelompok ketiga yang menolak calon Kapolri Listyo Sigit paling berbahaya. Kelompok teroris ini tersebar di seluruh Indonesia dan menyasar markas kepolisian maupun petugas di lapangan. "Polri harus waspada," kata Ridlwan.