Menteri dari Partai NasDem itu dinilai tidak fokus mengatasi persoalan kelangkaan kedelai, gula, dan mahalnya harga daging sapi di pasar. 

Kinerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendapat sorotan tajam DPR. Sebab, menteri dari Partai NasDem itu dinilai tidak fokus mengatasi persoalan kelangkaan kedelai, gula, dan mahalnya harga daging sapi di pasar. 

"Beberapa minggu ini terdapat dua komoditas yang menimbulkan polemik, kedelai dan daging sapi. Kalau kedelai, secara apapun Kementan tidak pernah dilibatkan dalam regulasi, tapi tugas Kementan adalah memproduksi kedelai, apabila dananya cukup," kata Ketua Komisi IV DPR Sudin saat rapat kerja Komisi IV DPR dengan Mentan di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (25/1/2021).

"Kedua, permasalahan daging sapi. Kita lihat anggaran Ditjen Kesehatan Hewan selama tiga tahun berturut-turut jumlahnya cukup besar," sambung politikus PDIP itu. 

Melihat tugas dan anggaran yang besar, kata Sudin dikutip Tribunnews, Kementan seharusnya tidak hanya mengurus benih cabai dan benih-benih lainnya dengan nilai anggaran Rp 1 miliar atau Rp 3 miliar. 

"Pikirkan bagaimana bisa dapet mengembangkan kedelai, meningkatkan produksi sapi. Penggemukannya bagaimana, jenisnya apa, kalau perlu impor bibitnya yang bagus," tutur Sudin. 

Sudin mengancam tidak akan merestui program-program Kementan ke depan yang tidak memperhatikan persoalan masyarakat. 

"Kalau ada yang remeh temeh, saya tidak akan menyetujui. Karena fokus presiden adalah kedelai, daging sapi, dan gula, itu tugas anda," ujar Sudin.

Diketahui, selama beberapa hari terakhir harga daging sapi murni mencapai Rp 120 ribu per kg, padahal biasanya berkisar pada Rp 110 ribu hingga Rp 114 ribu per kg.

Sementara harga daging sapi bagian paha belakang mencapai Rp 126 ribu per kg selama beberapa hari terakhir, padahal harga biasanya mencapai lebih dari Rp 100 ribu per kg.

Untuk harga kedelai, biasanya per kilogram berada di level Rp 7 ribu, tetapi arga kini mencapai Rp 9.100 - Rp 9.300 per kg.