Emiten media Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) melepas sebanyak 39% saham perusahaan di PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), induk stasiun televisi ANTV yang dikelola PT Cakrawala Andalas Televisi (CAT).

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Kamis (4/2/2021), besaran saham yang dilepas VIVA di MDIA itu setara 15,29 miliar saham kepada RCIL atau Reliance Capital International Limited, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum negara British Virgin Islands.

Penjualan saham MDIA milik VIVA kepada RCIL ini dalam rangka pengalihan hak dari Kreditur Facility yang bertujuan untuk menyelesaikan utang VIVA berdasarkan Debt Settlement Agreement sebesar US$ 171.825.633,22, atau setara Rp2,43 triliun.

"Transaksi Penjualan Saham merupakan bagian dari skema penyelesaian atau pelunasan seluruh utang VIVA berdasarkan Junior Facility Agreement dan utang CAT dan LM [PT Lativi Mediakarya] berdasarkan Senior Facility Agreement sebagaimana telah disepakati dalam Debt Settlement Agreement," tulis manajemen VIVA dalam prospektus yang dikutip dari CNBCIndonesia.

Adapun posisi akhir total pinjaman pokok perseroan sebesar US$239.766.185,24. Terdiri dari utang pokok berdasarkan Junior Facility Agreement sebesar US$78.371.904 dan utang pokok berdasarkan Senior Facility Agreement sebesar US$161.394.281,24.

Adapun sebagian utang Senior Facility yang menjadi tanggung jawab CAT akan diselesaikan melalui Fasilitas Refinancing yang akan diperoleh CAT dari perbankan nasional sebesar Rp960 miliar, atau setara US$67.940.552,02.

Sementara itu, total utang pokok setelah dikurangi Cash Settlement atau sebesar US$ 171.825.633,22 atau setara dengan Rp 2.427.896.197.441,20 (Rp 2,43 triliun).

Transaksi Penjualan Saham ini merupakan transaksi material yang memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) [erseroan terlebih dahulu sebagaimana dimaksud dalam POJK-17 mengingat nilai transaksi penjualan saham lebih besar dari 50% ekuitas perseroan.

Selanjutnya terhadap rencana transaksi penjualan saham ini, direksi perseroan akan memintakan persetujuan RUPSLB perseroan yang akan diselenggarakan pada 15 Maret 2021.