Menurut Anies Baswedan, apapun kritik yang disampaikan kepada dirinya, merupakan sebuah ungkapan pendapat rakyat

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, saat ini kritik apa pun yang dilontarkan kepada dirinya, harus disikapi dengan baik. Sebagai orang yang bekerja di wilayah publik, dirinya harus siap mendengarkan setiap masukan dan kritik sekeras apa pun dan kuncinya, kuping tidak boleh tipis.

Saat menghadiri acara Spesial HUT ke-13 TvOne bertajuk "Kupas Tuntas Persoalan Kritik Terhadap Pemerintah" yang dihadiri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, dan wartawan senior Karni Ilyas, Anies membeberkan jurus-jurusnya untuk menghadapi kritik.

"Kalau berada di wilayah publik, maka kupingnya enggak boleh tipis. Kita dengarkan saja, bila ungkapan disampaikan dengan akademik, baik-baik saja. Bila ungkapan kritik dilakukan kasar, itu ekspresi kemampuan dia dalam mengungkapkan," beber Anies dalam video yang diunggah akun YouTube tvOneNews dan dikutip redaksi, Selasa ((16/02/2021).

Menurut Anies Baswedan, apapun kritik yang disampaikan kepada dirinya, merupakan sebuah ungkapan pendapat rakyat.

"Tapi bagi saya yang sedang bekerja, ini semua adalah ungkapan pendapat rakyat. Baik yang mendukung, baik yang tidak mendukung, baik yang mencaci, baik yang kata-katanya kasar. Makin kasar kata-katanya itu, makin mempermalukan dirinya sendiri, bukan ke saya," jelas Anies.

Sehingga Anies merasa tidak perlu mempermasalahkan datangnya kritik yang ditembakkan kepada dirinya.

Meskipun banyak yang menganggap persoalan di Jakarta diakibatkan oleh dirinya. Padahal, permasalahan itu sudah ada sejak lama.

"Jangan tempatkan, misalnya di Jakarta, sebagai masalah pribadi. Ini Jakarta nih, ini kita bahas nih, ada yang mengatakan plus ada yang mengatakan minus. Saya sedang diamanati selama tiga tahun terakhir ini mengurus masalah di Jakarta. Apakah masalahnya baru mulai tiga tahun terakhir? Tidak, masalahnya sudah ada lama," terang Anies.

"Dan ketika orang mengkritik, rileks saja. Anggap itu bagian dari ungkapan pandangan," pungkas Anies.