China yang disebut akan membayar akibat dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap muslim Uighur di Xinjiang.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden melayangkan peringatan terhadap China yang disebut akan membayar akibat dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap muslim Uighur di Xinjiang.

Biden merespon pertanyaan dalam sebuah acara televisi terkait langkah penanganan negara Asia tersebut terhadap minoritas Muslim di kawasan barat Xinjiang.

Presiden Xi Jinping telah dihujani kritik global karena menahan minoritas Uighur di kamp-kamp pengasingan dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

Biden mengatakan Presiden Xi Jinping tahu betul konsekuensi yang akan dihadapi soal penindasan terhadap minoritas di Xinjiang.

"Ya, akan ada dampak bagi China dan dia tahu itu," kata Biden, seperti dilaporkan kembali Reuters, Rabu (17/2/2021).

Amerika Serikat, lanjut Biden, akan menegaskan kembali peran globalnya dalam menegakkan HAM. Biden akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk mendesak China melindungi muslim Uighur.

"China berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia dan untuk mendapatkan julukan itu dan mewujudkannya, mereka harus mendapat kepercayaan dari negara lain. Selama mereka terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan HAM, akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu," kata Biden.

Pernyataan ini disampaikan sepekan setelah dia berhubungan lewat telepon dengan Xi. Dalam percakapan itu, Biden menegaskan prioritas AS yakni menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, di mana kedua negara menjadi menjadi pemain utama.

Dia juga menyampaikan keprihatinan soal praktik dagang serta masalah HAM yang memaksakan dan tidak adil, termasuk tindakan keras di Hong Kong dan tekanan terhadap Taiwan.