Semakin luas lahannya, otomatis semakin besar uang penggantian

Ratusan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, mendadak menjadi miliarder alias tajir melintir setelah menjual lahan mereka kepada PT Pertamina.

Dalam sebuah video berdurasi singkat terlihat, sejumlah truk derek yang membawa mobil baru antre di jalanan Desa Sumurgeneng.

Mobil dalam video itu ternyata beberapa di antara 176 mobil baru yang dibeli ratusan warga Desa Sumurgeneng. Video singkat tersebut viral di media sosial.

Setidaknya terdapat 225 kepala keluarga di Desa Sumurgeneng yang menjual tanahnya kepada PT Pertamina.

Lahan yang mereka jual itu masuk dalam proyek kilang minyak PT Pertamina. PT Kilang Pertamina Internasional, anak usaha Pertamina yang menaungi proyek Gorss Root Refinery Tuban (GRR Tuban) buka suara soal proses pembebasan lahan yang membuat warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, bisa mendadak menjadi miliarder dan memborong mobil.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya mengatakan, Pertamina tidak melakukan intervensi atas proses penilaian ganti rugi lahan. Penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang kemudian ditetapkan BPN setempat.

"KJPP ini yang melakukan penilaian terhadap lahan yang akan diambil alih tersebut," katanya dalam pernyataan di Jakarta.

Meski demikian, ia mengatakan pembebasan lahan itu sudah sesuai dengan prinsip perusahaan, yaitu, tidak merugikan warga yang lahannya terdampak.

Ia menambahkan supaya uang hasil pembebasan lahan bisa memberikan manfaat ke masyarakat, perusahaannya juga memberikan edukasi kepada warga terdampak agar dapat mengelola uang hasil penggantian lahan dengan sebaik-baiknya.

Bukan hanya itu, proses juga sudah sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2012 mengenai Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

"Rata-rata warga memiliki lahan yang luas. Semakin luas lahannya, otomatis semakin besar uang penggantian yang diterima", jelas Ifki.

Ia mengatakan dengan proses itu, lahan sudah terbebas 99 persen. Dengan itu, proyek bernilai 15 miliar dolar AS itu mulai jalan. Sekarang proyek dalam tahap pengerjaan awal.

Dalam tahap itu, kontraktor mulai melakukan pembersihan lahan. "Tinggal sekitar 328 hektare dan pemulihan lahan abrasi (restorasi) seluas 20 hektare sudah selesai," katanya.

Sebagai informasi Proyek Kilang Minyak Tuban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang sudah diamanatkan pemerintah ke Pertamina. Proyek dibangun untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak sebesar 300 ribu barel per hari.

Proyek tersebut ditargetkan bisa menghasilkan BBM berstandar Euro V berupa gasoline sekitar 80 ribu barel per hari, gasoil sekitar 100 ribu barel per hari dan Avtur sekitar 30 ribu barel per hari.

Proyek itu rencananya diintegrasikan dengan kilang petrokimia yang berproduksi 3.750 KTPA. Dengan kehadiran kilang di Tuban, Pertamina menargetkan kebutuhan BBM ke depan dapat dipenuhi dari kilang dalam negeri sehingga impor bisa ditekan.