Gurita bisnis tekstil milik konglomerat Sri Prakash Lohia yakni PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) mengalami penurunan laba bersih yang signifikan pada 2020. Dampak pandemi COVID-19.

Sepanjang 2020, mesin uang andalan Sri Prakash yang berkode saham INDR itu, membukukan keuntungan bersih
US$6,23 juta. Atau terjun bebas 83,65% dibandingkan 2019 yang tercatat sebesar US$38,11 juta.

Penurunan keuntungan tersebut sejalan dengan lebih rendahnya pendapatan bersih yang dikantongi INDR selama 2020. Merujuk laporan keuangan perusahaan, pendapatan bersih INDR terjun bebas 23,27% dari US$767,75 juta pada Desember 2019, menjadi US$589,04 juta pada Desember 2020. Pendapatan tersebut sebagian besar diperoleh dari pasar ekspor, meskipun kontribusinya menurun secara tahunan.

Sampai dengan 31 Desember 2020, pasar ekspor menyumbang pendapatan INDR sebesar US$362,03 juta. Di mana, tahun sebelumnya tercatat US$516,51 juta. Sementara, pendapatan dari pasar lokal mengalami penurunan dari US$254,16 juta (2019) menjadi US$229,29 juta (2020).

Faktor yang membuat laba bersih INDR terpangkas lebih dalam ketimbang pendapatan, adalah pada 2019 perusahaan mencatatkan keuntungan atas pelepasan entitas asosiasi sebesar US$30,01 juta. Sedangkan 2020 tidak ada sama sekali. Kendati begitu, INDR berhasil membukukan pertumbuhan aset dari awalnya US$753,56 juta pada 2019, menjadi US$763,86 juta pada 2020.