Ada kabar kurang mengenakkan bagi penggila makanan ringan alias snack. Para penggila cemilan tak bisa lagi menikmati gurihnya sejumlah produk ini.

Beberapa hari ini, viral kabar camilan Cheetos, Lays dan Doritos yang tak lagi diproduksi di dalam negeri per Agustus 2021. Hal itu mendorong Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), Axton Salim angkat bicara.

Lewat akun Instagram pribadi @axtonsalim, Axton mengunggah postingan berisi fotonya tengah mengambil keripik kentang bergerigi dari salah satu kemasan camilan. "Banyak yang sedih karena sudah ditemenin dari kecil sama snack-snack itu,” tulsi Axton di kolom keterangan pada Minggu (21/2/2021).

"Saking sedihnya sampai sendu, mungkin karena membayangkan akan rindu. Makanya ada istilah obat rindu," tambahnya.

Namun alih-alih menyebutkan produk apa yang bakal ditawarkan sebagai 'obat rindu', Axton justru menawarkan obat rindu berupa pantun. "Makan snacks, bikin hidup berasa ringan. Snacks yg lama emang enak. Wajar juga kalau sedih karena akan ditinggalkan. Tapi tenang saja kisanak. Rasa yang sama akan ada di masa depan," tulis Axton.

Unggahan itu lantas dibanjiri netizen dengan tanggapan beragam. "Paling kangen kalo ada tazos pokemon di chiki lagi, auto borong," tulis @foodgallerybdg.

"Just change the name to Loys and Doritas," tulis @indodisneylover. "Memang lebih suka chicato dari dulu sih," tulis @marvin.sulistio.

Ceritanya, ketiga merek makanan ringan yang cukup legend itu, akan berhenti produksi di Indonesia mulai Agustus 2021, seiring akuisisi Indofood terhadap Fritolay. Di mana, ketiganya merupakan produksi PepsiCo. Dan, PepsiCo selaku afiliasi Fritolay Netherlands Holding BV yang saat ini sudah resmi diakuisisi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Pada Rabu lalu (17/2/2021), Indofood memboyong seluruh saham Fritolay di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL). Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur, Gideon A Putro mengatakan, nilai transaksi atas pembelian seluruh saham PepsiCo di IFL sebesar Rp494 miliar. Kini, Indofood CBP Sukses Makmur menjadi pemegang 99,99% saham IFL.

Gideon mengungkapkan, transaksi itu sekaligus akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo setelah IFL menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk PepsiCo.

Hal ini harus diselesaikan dalam waktu enam bulan sejak transaksi pembelian saham dilakukan. Jika dihitung sejak Februari ini, maka perjanjian lisensi dengan PepsiCo berakhir pada Agustus 2021 mendatang. "Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi," ujar Gideon dalam keterangan resmi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (18/2/2021).

Ia menyatakan, transaksi pembelian saham ini bukan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Selain itu, hal ini juga bukan transaksi afiliasi serta benturan kepentingan seperti yang diatur dalam Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Kesimpulannya, Indoffod sebagai penguasa anyar di Fritolay punya kuasa penuh. Termasuk menyetop produksi Lays, Doritos, atau Cheetos. Dan, menggantikan dengan produk baru. Demi mereguk gurihnya pasar cemilan Indonesia.