Dari angka tersebut ada peserta yang mendapatkan pekerjaan dan ada pula yang berwirausaha.

Pemerintah menilai, program kartu prakerja tahun 2020 mampu membuat 35 persen peserta tak lagi menganggur. Hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja. Dari angka tersebut ada peserta yang mendapatkan pekerjaan dan ada pula yang berwirausaha.

"Sebanyak 35 persen penerima yang awalnya menganggur, pada saat dilakukan survei evaluasi mengatakan telah bekerja atau berwirausaha," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meresmikan pembukaan gelombang 12 kartu prakerja, Selasa (23/2).

Berdasarkan data, kartu prakerja memang menarik pelaku wirausaha. Sebanyak 93 persen penerima kartu prakerja menyebut kartu prakerja mendorong kewirausahaan dan 70 persen penerima menggunakan insentif sebagai modal usaha.

"Pada tahun 2020, program kartu prakerja sudah tersalurkan sesuai target kepada 5,5 juta penerima dari 11 gelombang pendaftaran," terang Airlangga.

Berdasarkan data kartu prakerja, 82 persen penerima kartu prakerja tidak bekerja. Sementara 78 persen dari peserta yang bekerja, bekerja di sektor informal.

Sebagai informasi, pada gelombang 12 ini, pemerintah tetap memberikan insentif yang sama bagi peserta. Peserta akan mendapatkan biaya pelatihan Rp 1 juta dan insentif pascapelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 6 bulan.

Pendaftaran gelombang 12 akan dibuka bagi 600.000 peserta. Sementara untuk sepanjang semester pertama tahun 2021 ditargetkan menjaring 2,7 juta peserta kartu prakerja dengan anggaran Rp 10 triliun.