Saat pandemi COVID-19, daerah seharusnya gencar menjalankan pembangunan. Bukan malah memarkir dana anggaran di bank. Sampai saat ini, angkanya cukup gede.

Kementerian Keuangan mencatat, jumlah simpanan pemerintah daerah (pemda) yang berada di perbankan sebesar Rp 133,5 triliun per Januari 2021. Angka tersebut lebih rendah 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 151,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jumlah simpanan tersebut masih cukup tinggi, sehingga diharapkan pemda dapat lebih cepat mencairkan dan menggunakan anggaran tersebut agar memberikan dampak terhadap pemulihan ekonomi nasional. "Belanja mereka (pemda) masih sangat pelan dilihat dari jumlah simpanan daerah mencapai Rp 133,5 triliun yang tersimpan di bank umum,” ujarnya data APBN KiTA seperti dikutip Rabu (24/2/2021).

Masih rendahnya belanja pemerintah daerah juga terlihat dari realisasi dari transfer ke daerah hanya Rp 50,3 triliun atau terkontraksi 26 persen jika dibandingkan Januari 2020 sebesar Rp 68,1 triliun. "Pemerintah terus mendorong agar pemda segera melakukan eksekusi anggaran, sehingga jumlah simpanan menurun," ucapnya.

Namun, lanjut Sri Mulyani, dana desa sudah berhasil disalurkan pemerintah sebesar Rp 800 miliar atau meningkat 126,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 300 miliar.

Alhasil realisasi anggaran transfer ke daerah dan dana desa baru mencapai Rp 51,1 triliun atau 6,4 persen dari total anggaran Rp 795,5 triliun. “Atau mengalami kontraksi 25,3 persen dibandingkan dengan Januari 2020 sebesar Rp 68,4 triliun,” ucapnya.

Ke depan pihaknya meminta kepada seluruh pemda agar segara menggunakan anggaran belanjanya yang saat ini masih tersimpan di perbankan. Hanya saja, jumlah simpanan pemda pada Januari 2021 naik 41 persen jika dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 94 triliun.

"Memang lebih rendah dari 2020 dan 2019, dan ini disebabkan karena jumlah transfernya turun kita harap pemda sigap dalam gunakan APBD untuk tunjang dan akselerasi pemulihan ekonomi," ungkapnya.

Jika dilihat lebih rinci, jumlah simpanan pemda rata-rata berada kisaran Rp 100 triliun sampai Rp 200 triliun per bulannya pada 2020. Detailnya, jumlah simpanan pemda pada Januari 2020 sebesar Rp 151,8 triliun, Februari 2020 sebesar Rp 165 triliun, dan Maret 2020 sebesar Rp 177,5 triliun.

Kemudian, jumlah simpanan pemda pada April 2020 naik menjadi Rp 191 triliun. Pada Mei 2020 sebesar Rp 165,6 triliun, Juni 2020 sebesar Rp 196,2 triliun, dan Juli 2020 sebesar Rp 188,3 triliun. Pada, Agustus 2020 sebesar Rp 227,1 triliun, September 2020 sebesar Rp 239,5 triliun, Oktober 2020 sebesar Rp 247,5 triliun, November 2020 sebesar Rp 218,6 triliun, dan Desember 2020 sebesar Rp 94 triliun.