Mereka membawa pulang dua koper berwarna hitam dari rumah tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah rumah politikus PDIP, Ihsan Yunus pada Rabu (24/02/2021). Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial COVID-19 di Kementerian Sosial.

Rumah yang diduga milik anggota Komisi II DPR RI itu berada terletak di Jalan Kayu Putih Selatan I, Pulogadung, Jakarta Timur. "Penggeledahan terkait kasus bansos," demikian menurut informasi yang diterima.

Sekitar pukul 17.50 WIB, sekitar 10 beberapa orang keluar dari rumah Ihsan Yunus. Mereka membawa pulang dua koper berwarna hitam dari rumah tersebut. Mengutip tempo, nampak dua orang berseragam polisi juga ikut mendampingi penyidik.

Kedua koper hitam tersebut dibawa ke dalam salah satu mobil yang sudah terparkir di depan rumah. Awalnya, koper akan dibawa masuk ke mobil lewat pintu depan. Namun penyidik akhirnya memutuskan membawanya lewat pintu samping. Mereka pun melenggang pergi.

Kasus korupsi bansos COVID-19 ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

KPK menduga Juliari menerima jatah Rp10 ribu dari setiap paket sembako senilai Rp 300 ribu per paket. Total setidaknya KPK menduga Juliari Batubara sudah menerima Rp8,2 miliar dan Rp8,8 miliar.

KPK sempat melakukan rekonstruksi kasus tersebut pada 1 Februari 2021. Dalam rekonstruksi itu mencuat nama anggota DPR RI Fraksi PDIP Ihsan Yunus.

Ihsan memperagakan bertemu dengan tersangka Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos).

Dari rekonstruksi itu terungkap dugaan Ihsan diduga terlibat dalam pusaran korupsi ini. Selain adanya pertemuan, seorang perantara Ihsan Yunus bernama Agustri Yogasmara alias Yogas diperlihatkan dalam adegan berikutnya menemui Matheus Joko dan Deny Sutarman.

Dalam adegan ke-6, ada transaksi pemberian uang sebesar Rp1,5 miliar dari tersangka Harry Sidabuke ke Yogas. Sedangkan di adegan 17, Yogas kembali menerima 2 unit sepeda Brompton dari Harry.

Pemberian uang Rp1,5 miliar dan 2 unit sepeda Brompton itu belum diketahui apa ada keterkaitan dengan Ihsan Yunus atau tidak. KPK masih enggan membeberkan terlebih dahulu.