Melalui LinkAja, nasabah bisa membuka tabungan emas dengan nilai investasi mulai Rp 10 ribu.

PT Pegadaian (Persero) resmi menggandeng perusahaan dompet digital, LinkAja, sebagai penyedia layanan transaksi berbasis teknologi. Melalui LinkAja, nasabah bisa membuka tabungan emas dengan nilai investasi mulai Rp 10 ribu.

“Kami ingin jangkau lebih banyak nasabah dan menyediakan layanan yang excellent (unggul) dengan aman, mudah, dan nyaman,” ujar Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Rabu 24 Februari 2021.

Teguh menyebut perseroan telah membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai channel digital. Januari lalu, Pegadaian melakukan integrasi dengan OVO. Kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk kolaborasi antar-perusahaan untuk meningkatkan inklusi keuangan digital.

Dijelaskan, proses integrasi dengan platform pembayaran digital membutuhkan waktu beberapa pekan. Setelah terealisasi, ia berharap layanan ini mampu menjangkau nasabah lebih luas.

Kerja sama Pegadaian dan platform pembayaran digital juga diklaim merupakan bentuk upaya perusahaan meningkatkan pelayanan di masa pandemi Covid-19 untuk menekan interaksi fisik antar-manusia.

Teguh berharap dengan platform layanan digital, nasabah tidak perlu mendatangi kantor Pegadaian untuk melakukan pembayaran.

Selain membuka tabungan emas, Teguh memastikan nasabah Pegadaian bisa menikmati layanan pembayaran lainnya menggunakan LinkAja seperti top up tabungan emas minimal Rp 5.000, melakukan pembayaran angsuran, dan melunasi gadai. 

“Yang belum hanya mengajukan pinjaman gadai karena harus melalui beberapa prosedur,” tuturnya.

Direktur Marketing Link Aja Edward Kilian Suwignyo mengatakan tersedianya platform pembayaran digital bagi nasabah Pegadaian tidak hanya akan mendorong pemulihan perekonomian melalui peningkatan inklusi keuangan digital, tapi juga memeratakan kebiasaan baru masyarakat untuk berinvestasi.

Edward menjelaskan, saat ini 70 persen pengguna LinkAja berada di lingkup tier 2 seperti Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta; dan tier 3, seperti Pematang Siantar. 

“Apalagi layanan tabungan emas ini relevan dengan kondisi masyarakat di tier 2 dan tier 3,” katanya.