Mantan Presiden ke-5 Indonesia itu meyakini pejabat-pejabat tersebut tidak terlibat. Mereka diyakini memiliki integritas dan tidak mendukung niat buruk tersebut

Sejumlah pejabat negara disebut mendukung upaya Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat yang dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Tak tanggung-tanggung, kabar terbaru menyebutkan, dua pejabat tinggi negara ikut diseret masuk ke pusaran polemik.

"Nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kabin (Kepala BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan juga disebut-sebut namanya," kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam cuplikan video yang disebarkan DPP Demokrat, Rabu (24/02/2021).

Mantan Presiden ke-5 Indonesia itu meyakini pejabat-pejabat tersebut tidak terlibat. Mereka diyakini memiliki integritas dan tidak mendukung niat buruk tersebut.

"Tidak masuk di akal jika ingin mengganggu Partai Demokrat," ungkap dia.

Sebelumnya, Moeldoko disebut berupaya mengambil alih kepemimpinan Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Bahkan, Moeldoko mengeklaim didukung sejumlah pejabat negara.

AHY dalam konferensi pers pada 1 Februari 2021 menyebutkan, Moeldoko mengklaim didukung oleh nama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD disebut-sebut mendukung upaya tersebut. Begitu juga dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly. 

Informasi ini berdasarkan keterangan sejumlah kader yang diajak bertemu oleh Moeldoko. Pertemuan terjadi di Hotel Aston, Kuningan, Jakarta (27/01/2021).

AHY bahkan juga berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengklarifikasi keterkaitan sejumlah nama tersebut. Sebelum dijawab oleh Kepala Negara, kedua menteri itu membantah tudingan tersebut.