Sebentar lagi, jumlah galangan kapal alias shipyard di Indonesia bakal bertambah. Bahkan yang terbesar berada di Kepulauan Riau (Kepri).

Adalah PT China Communications Construction Tianhang Marine Heavy Industry, industri shipyar asal China yang tertarik berinvestasi ke Indonesia.  

Ceritanya, Cen Sui Lan atau Aisyah, Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar terus mendorong terealisasinya pembangunan shipyard terbesar senilai Rp10 triliun. Invetasi dari PT China Communications Construction Tianhang Marine Heavy Industry ini, berada di Kabupaten Karimun. Dalam hal ini, Cen meminta investor untuk memproritaskan serapan pekerja lokal. Hal itu disampaikan Cen saat kunjungan ke proyek shipyard di kawasan FTZ Karimun, pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Cen mendapat penjelasan dari CEO PT China Communications Construction Tianhang Marine Heavy Industry, Mr Lee. Dijelaskan, untuk tahap awal, menghabiskan dana pembangunan sekitar Rp1 triliun. “Saya sudah meninjau proyek shipyard terbesar di Kepri, yang berada di Karimun itu. Proyek ini dikembangkan investor asal Cina (Tiongkok), dengan nilai investasi sebesar Rp10 triliun,” kata Cen kepada media, Rabu (24/2/2021).

Investasi tersebut, lanjut anak buah Airlangga Hartarto ini, dibangun di areal seluas 110 hektar. Dalam waktu dekat, dan sebagai tahap awal akan menyerap tenaga kerja 5 ribuan pekerja.

Cen meminta Mr Lee, agar dalam menerima pekerja lokal dengan memprioritaskan dari Kabupaten Karimun, dan Provinsi Kepri. “Kalau tenaga yang skill dipergunakan belum ada, kita minta agar perusahaan menyiapkan trasfer skill kepada pekerja lokal,” ujar CSL.

Selain itu, kata dia, Pemprov Kepri dan Pemkab Karimun, serta aparat TNI dan Polri, bisa bersinergi dalam memberikan keamanan dan kenyamanan bagi investor. Agar proses pembangunan berjalan lancar yang pada akhirnya memberikan manfaat besar bagi perekonomian daerah. Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.

“Kepada tokoh masyarakat agar selalu terus mengedukasi masyarakat, tentang perlunya investasi asing. Guna meningkatkan perekonomian kita. Investor itu tak mungkin bisa membawa tanah dan bangunan itu, atau lari keluar. Proyek itu akan tetap berada di wilayah NKRI,” ungkap Cen.