Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tidak menerbitkan laporan polisi atas kasus tersebut.

Laporan Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan terhadap kerumunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas pelanggaran protokol kesehatan saat kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) ditolak.

Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tidak menerbitkan laporan polisi atas kasus tersebut.

Ketua Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan, Kurnia mengatakan, petugas SPKT hanya meminta pihaknya membuat surat laporan tertulis yang diberi stampel oleh bagian Tata Usaha dan Urusan Dalam (TAUD).

"Pihak kepolisian yang tidak mau menerbitkan Laporan Polisi atas laporan kami terhadap terduga pelaku tindak pidana pelanggaran kekarantinaan kesehatan yakni sang presiden," kata Kurnia kepada wartawan, Kamis (25/02/2021).

Kurnia mengaku bingung atas ditolaknya laporan polisi kepada Jokowi. "Kami mempertanyakan asas persamaan kedudukan di hadapan hukum apakah masih ada di republik ini?," tanyanya.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyebut tidak ada laporan polisi atas kasus kerumunan di NTT yang diterima Bareskrim Polri. "Tidak ada laporan itu di Bareskrim," tukasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 30 detik yang menunjukkan kerumunan masyarakat mengerubungi Jokowi.

Dalam video itu, nampak Presiden ada di dalam mobil. Sementara itu, banyak masyarakat yang mengerubungi mobil berkelir hitam itu.

Presiden, yang terlihat mengenakan masker hitam, kemudian menjulurkan badannya lewat sunroof mobil dan melambaikan tangan kepada massa.

Presiden yang mengenakan kemeja putih itu bahkan sempat melemparkan bungkusan ke arah kerumunan masyarakat.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan, kerumunan tersebut merupakan bentuk spontanitas dan antusiasme masyarakat Maumere menyambut kedatangan Presiden Jokowi.

"Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," tuturnya.