Ia mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari presiden Indonesia Joko Widodo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah terkait dugaan korupsi. Operasi tangkap tangan (OTT) itu dilakukan pada Jumat (26/2/2021) malam.

Sebenarnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah punya komitmen kuat dalam memerangi korupsi dalam menjalankan pemerintahan, ini terbukti pada tahun 2017 saat menjadi Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah mendapatkan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA).

Nurdin Abdullah merupakan Bupati Kabupaten Bantaeng periode 2008 hingga 2013 dan periode 2013 – 2018. Pada Mei 2015 Nurdin menerima penghargaan “Tokoh Perubahan” dari surat kabar Republika bersama tiga pejabat daerah lainnya.

Pada 15 Agustus 2016, Ia mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari presiden Indonesia Joko Widodo. Tanda Jasa ini dianugerahkan kepada empat tokoh yang dinilai telah memberikan sumbangsih dalam bidang sosial kemanusiaan.

Pada medio Oktober 2017, bersamaan dengan pengumuman pasangan Gus Ipul-Azwar Anas untuk maju di Pilgub Jawa Timur 2018, PDIP juga resmi mengusung Nurdin Abdullah-Andi Sulaiman sebagai pasangan gubernur-wakil gubernur untuk maju di Pilgub Sulawesi Selatan 2018.

Seperti Gus Ipul, Nurdin yang bergelar profesor ini, terlebih dahulu bersalaman sebelum mencium tangan Megawati Soekarnoputri.

Momen Nurdin Abdullah mencium tangan Megawati ini kembali diungkit oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu melalui unggahan Twitternya, Sabtu (27/2).

Momen ini bertepatan dengan penangkapan Nurdin Abdullah oleh KPK.

“Betul. Saya masih ingat betul bagaimana seorang professor menunduk sempurna dan mencium tangan,” kata Said Didu melalui akun Twitter @msaid_didu.

Foto Nurdin Abdullah mencium tangan Megawati Soekarnoputri ini kembali berseliweran di media social usai Nurdin Abdullah ditangkap KPK di rumah dinas gubernur.